Apa Yang Ingin Kau Buktikan ?


Kau berjuang keras selama ini, untuk apa?

Kau ingin membuktikan sesuatu ?

Apa itu?

Seberapa besar kemampuanmu?

Perlukah dengan menghancurkan orang lain?

Bukankah lebih menyenangkan bila dapat bersama?

Baiklah aku mengakui kamu hebat,….lalu apa?

Oke, lah,..kamu benar,….selanjutnya apa?

Apakah kamu bahagia?

 

Yogyakarta, 1 Maret 2020

Retmono Adi

 

Self Leadership, Refleksiku Hari Ini Mengenai Serigala Cinta


Hari ini aku menemukan tulisan dari e book mengenai Spiritual Leadersip, yang dibagikan di Group WA. judulnya :

Integrating Leadership Development with Ignatian Spirituality:
A Model for Designing a Spiritual Leader Development Practice ~ Teresa J. Rothausen1

Aku refleksikan dalam bagaimana aku memimpin diriku sendiri.

Di setiap manusia, ada dua serigala yang terus-menerus bertarung. Yang satu adalah mewakili Ketakutan, dan yang lainnya mewakili Cinta.
Yang mana dari serigala itu akan memenangkan pertempuran?

Serigala yang selalu kamu beri makan ~ metafora spiritual Penduduk asli Amerika.

dan dilanjutkan dengan ayat dari Injil Perjanjian Baru

Di dalam cinta tidak ada ketakutan, cinta yang sempurna melenyapkan ketakutan, …. (1 Yoh; 18a)

Jadi tugasku adalah selalu memberi makan Serigala yang mewakili Cinta.

Kutuliskan untuk mengingatkan pada diriku sendiri.

 

28 Februari 2020

Retmono Adi

 

Cerita Mawar #part 03 Perlukah Aku Bertahan ?


Saat SMP Mawar memiliki beberapa teman dekat sekaligus di tahun pertama, namun berubah di tahun kedua dimana nilai yang tidak memuaskan, kesulitan matematika lalu mencoba menyelesaikan dengan ikut ekstra kurikuler matematika, malah guru di kelas yang mengajar berkata bahwa malu punya murid seperti aku. Kelas memasak jarang dapat kelompok, dan di tahun ketiga semakin suram karena persaingan nilai dan pengalaman buruk ujian, ditambah lagi ada teman yang akan suicide karena putus cinta. Emosi negatif mendominasi. Mawar pun di rumah seringkali menangis sambil memeluk boneka dan merasa tidak ada yang peduli padanya.

Masalah semakin runyam saat dilanda stress materi ujian saat les dengan guru privat ke rumah. Mawar langsung mual dan muntah saat itu juga. Dahulu juga pernah dapat guru yang perokok aktif di mana mengajar duduk di sebelah murid sambil merokok hampir ½ kardus rokok sekali mengajar. Jika mawar 1 bulan 8 pertemuan maka berapa rokok yang di hirup Mawar, terlebih setiap pertemuan 90 menit begitu terus tiada henti. Untungnya Mawar akhirnya dapat nilai ujian nasional memuaskan yaitu BI 7, BHS. Inggris 7, Mat 4 / 5, IPA 6, ujian praktik lancar jaya karena teman-teman mulai peduli kondisi kelas, ujian sekolah juga lancar.

Saat SMA Mawar punya hubungan tidak jelas yaitu teman kadang musuh juga. Mawar sempat merasa pertemanan terkunci hanya pada 6 siswa dari 36 siswa. Syukurlah Mawar bisa berbaur pada tahun ke 2 SMA walaupun ada geng aktif OSIS- Atlit, dan kalangan gosip. Namun setidaknya Mawar sudah punya teman dekat yang bisa diajak bicara segalanya walau masih ada ribut. Dan pertemanan semakin membaik saat tahun ke-3 dimana Retreat mengubah segalanya menjadi lebih positif. Ya inilah kehidupan pertemanan.

Keluarga?
Keluarga agak carut marut karena kak Boyo ternyata cuti kuliah tidak ijin bapak. Mata kuliah yang ditempuh masih semester 6 namun kuota kuliah tinggal 1 tahun (padahal masuk kuliah saat Mawar ke 4 SD dan baru tahu saat Mawar 1 SMA). Terjadi keributan di rumah yang luar biasa, ibu yang stress akan kondisi rumah pergi ke spiritualis dan diberi garam yang telah di doakan (setauku menurut Islam) dan dimasukan di semua air mulai air kulkas, bak kamar mandi, tandon air, bahkan kopi yang akan diminum.

Pernah satu kali Mawar yang membuat kopi namun ibu yang memasukan garam di kopi. Bapak Mawar marah luar biasa dan selalu menyalahkan Mawar, bahkan saat berkunjung ke rumah teman SMP bapak Mawar. Bapak berkata kepada temannya bahwa Mawar kurang ajar memasukan garam ke kopi padahal tidak pernah Mawar melakukan hal itu. Akhirnya karena jengkel Mawar pun tidak pernah mau membuatkan kopi, yang membuat kopi adalah ibu Mawar namun selalu Mawar yang dituduh membuat kopi dicampur garam.

Bapak selalu bilang ke Mawar bahwa ibu kurang ajar tidak mau terbuka akan masalah rumah, sedangkan Ibu berkata Mawar durhaka jika tidak menurut ibu padahal selama ini yang buat masalah kalian kenapa mesti Mawar yang kena. Semua hal jadi distress alias marah tidak karuan seperti bipolar. Yang Mawar bisa lakukan hanya menangis terus tiap hari bahkan terjadwal karena stressornya di sekitar jam tersebut. Bahkan Mawar sampai menangis selama 2 jam bahkan lebih dengan lendir hidung keluar biasa banyak tanpa tisu, air mata yang bisa membasahi bantal dan guling seperti tumpahan air satu gelas, rasa haus yang terpaksa ditahan karena takut jika keluar akan ribut lagi, bahkan Mawar menangis di gudang. Mawar hanya akan berhenti menangis jika sudah sesak jika nafas melalui mulut atau pun rusuk yang terasa kram. Yang mawar lakukan hanya menangis terus dan berimajinasi ada orang yang peduli dengan dia.

Sempat juga terbesit pemikiran negatif mengenai kematian yaitu lebih baik aku mati muda dari pada stress seperti ini, atau jika aku hidup orang tuaku harus meninggal dunia. Hal ini disebabkan karena pemfitnahan dan kondisi yang carut marut.

Bersambung………

 

Januari, 2019

Sebut saja Namaku Mawar

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu