Masa Persiapan Pensiun dengan Metode Psikodrama


Pensiun adalah masa depan yang perlu dipersiapkan,…ya pensiun adalah akhir dari menjadi karyawan dan juga awal menjadi pribadi yang merdeka.

Hal tersebut tergantung dari sudut pandang masing masing. Ada lho, orang merasa bahwa pensiun berarti purna juga tugas hidupnya, dan perlahan “tanpa sadar” menyiapkan diri untuk “segera” kembali pada Sang Pencipta. Merasa sudah tidak ada lagi yang perlu dilakukan,..bahkan untuk menikmati hidup pun,…merasa tidak perlu,..lak ya ngenes…tho? Rumangsane yen wis pensiun tidak lagi punya “hak” untuk bahagia di dunia, sehingga ingin segera menuntut hak kebahagiaannya di surga. Lanjutkan membaca “Masa Persiapan Pensiun dengan Metode Psikodrama”

Latihan Berpikir Positif dalam Keseharian


Hari ini aku merencanakan untuk menganti spare part motorku. Kabel speedo meter dan kabel RPM nya putus. Sudah lebih dari sebulan, performa motor aman saja, namun tetap perlu petunjuk kecepatan berkendara, agar dapat mengontrol kecepatan yang aman.

Sudah lebih dari pukul 15.30 WIB,  aku datangi bengkel itu. Baru pertama kali aku ke bengkel ini. Bengkel ramai, ada beberapa motor sedang diperbaiki. Aku berpikir positif, jika ramai pastilah bengkel ini reputasinya baik, jika aku berpikir negatif, pasti akan lama menunggu, dan buang-buang waktu. Lanjutkan membaca “Latihan Berpikir Positif dalam Keseharian”

Bertemu Teman Lama #TerapiMenulis 08


Depresi dengan gejala psikotik.

Demikianlah yang tertera di surat keterangan dokter spesialis kesehatan jiwa yang kuminta beberapa minggu yang lalu. Sudah satu bulan aku mengonsumsi obat-obatan psikiatri. Ada tiga macam obat yang kutelan setiap hari: antidepresan, antipsikotik, dan anti- dari antipsikotik (psikotropika? Psikoaktif? Aku tidak tahu istilahnya). Lanjutkan membaca “Bertemu Teman Lama #TerapiMenulis 08”

Cerita Mawar #part 03 Perlukah Aku Bertahan ?


Saat SMP Mawar memiliki beberapa teman dekat sekaligus di tahun pertama, namun berubah di tahun kedua dimana nilai yang tidak memuaskan, kesulitan matematika lalu mencoba menyelesaikan dengan ikut ekstra kurikuler matematika, malah guru di kelas yang mengajar berkata bahwa malu punya murid seperti aku. Kelas memasak jarang dapat kelompok, dan di tahun ketiga semakin suram karena persaingan nilai dan pengalaman buruk ujian, ditambah lagi ada teman yang akan suicide karena putus cinta. Emosi negatif mendominasi. Mawar pun di rumah seringkali menangis sambil memeluk boneka dan merasa tidak ada yang peduli padanya.

Masalah semakin runyam saat dilanda stress materi ujian saat les dengan guru privat ke rumah. Mawar langsung mual dan muntah saat itu juga. Dahulu juga pernah dapat guru yang perokok aktif di mana mengajar duduk di sebelah murid sambil merokok hampir ½ kardus rokok sekali mengajar. Jika mawar 1 bulan 8 pertemuan maka berapa rokok yang di hirup Mawar, terlebih setiap pertemuan 90 menit begitu terus tiada henti. Untungnya Mawar akhirnya dapat nilai ujian nasional memuaskan yaitu BI 7, BHS. Inggris 7, Mat 4 / 5, IPA 6, ujian praktik lancar jaya karena teman-teman mulai peduli kondisi kelas, ujian sekolah juga lancar.

Saat SMA Mawar punya hubungan tidak jelas yaitu teman kadang musuh juga. Mawar sempat merasa pertemanan terkunci hanya pada 6 siswa dari 36 siswa. Syukurlah Mawar bisa berbaur pada tahun ke 2 SMA walaupun ada geng aktif OSIS- Atlit, dan kalangan gosip. Namun setidaknya Mawar sudah punya teman dekat yang bisa diajak bicara segalanya walau masih ada ribut. Dan pertemanan semakin membaik saat tahun ke-3 dimana Retreat mengubah segalanya menjadi lebih positif. Ya inilah kehidupan pertemanan.

Keluarga?
Keluarga agak carut marut karena kak Boyo ternyata cuti kuliah tidak ijin bapak. Mata kuliah yang ditempuh masih semester 6 namun kuota kuliah tinggal 1 tahun (padahal masuk kuliah saat Mawar ke 4 SD dan baru tahu saat Mawar 1 SMA). Terjadi keributan di rumah yang luar biasa, ibu yang stress akan kondisi rumah pergi ke spiritualis dan diberi garam yang telah di doakan (setauku menurut Islam) dan dimasukan di semua air mulai air kulkas, bak kamar mandi, tandon air, bahkan kopi yang akan diminum.

Pernah satu kali Mawar yang membuat kopi namun ibu yang memasukan garam di kopi. Bapak Mawar marah luar biasa dan selalu menyalahkan Mawar, bahkan saat berkunjung ke rumah teman SMP bapak Mawar. Bapak berkata kepada temannya bahwa Mawar kurang ajar memasukan garam ke kopi padahal tidak pernah Mawar melakukan hal itu. Akhirnya karena jengkel Mawar pun tidak pernah mau membuatkan kopi, yang membuat kopi adalah ibu Mawar namun selalu Mawar yang dituduh membuat kopi dicampur garam.

Bapak selalu bilang ke Mawar bahwa ibu kurang ajar tidak mau terbuka akan masalah rumah, sedangkan Ibu berkata Mawar durhaka jika tidak menurut ibu padahal selama ini yang buat masalah kalian kenapa mesti Mawar yang kena. Semua hal jadi distress alias marah tidak karuan seperti bipolar. Yang Mawar bisa lakukan hanya menangis terus tiap hari bahkan terjadwal karena stressornya di sekitar jam tersebut. Bahkan Mawar sampai menangis selama 2 jam bahkan lebih dengan lendir hidung keluar biasa banyak tanpa tisu, air mata yang bisa membasahi bantal dan guling seperti tumpahan air satu gelas, rasa haus yang terpaksa ditahan karena takut jika keluar akan ribut lagi, bahkan Mawar menangis di gudang. Mawar hanya akan berhenti menangis jika sudah sesak jika nafas melalui mulut atau pun rusuk yang terasa kram. Yang mawar lakukan hanya menangis terus dan berimajinasi ada orang yang peduli dengan dia.

Sempat juga terbesit pemikiran negatif mengenai kematian yaitu lebih baik aku mati muda dari pada stress seperti ini, atau jika aku hidup orang tuaku harus meninggal dunia. Hal ini disebabkan karena pemfitnahan dan kondisi yang carut marut.

Bersambung………

 

Januari, 2019

Sebut saja Namaku Mawar

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

Cerita Mawar #part 06 Pantaskah Aku Menyerah ?


Setiap orang di dunia ini pasti memiliki masalah yang beragam tentunya. Setiap orang juga memiliki keterampilan yang berbeda untuk mengatasi masalah tersebut. Pernahkah Anda mengalami stres dan seluruh dunia terasa tidak membantu?

Mari aku coba perjelas dengan topik psikologi dan adat atau aliran kepercayaan. Aku coba berikan contoh hal yang pernah terjadi dalam dunia kerja profesional.

Suatu ketika di suatu perusahaan perkapalan dan kontainer yang cukup ternama di Surabaya, ada seorang staf di perusahaan tersebut, beliau adalah kakak sepupu, sebut saja namanya Coco. Coco saat dunia perkuliah masuk dalam daftar mahasiswa paling TOP saat wisuda bahkan mendapatkan beasiswa S2 sepengetahuanku untuk fakultas bisnis, namun beasiswa di tolak dan pilih bekerja. Pekerjaan sederhana yaitu Bank dan berpindah tempat kerja menjadi di perusahaan kapal dan kontainer.

Coco sangat rajin, gigih, siap sedia. Hal yang paling menyakitkan adalah tidak bisa kumpul keluarga terutama keluar kota karena pekerjaan. Coco, karena profesionalpun naik pangkat terus bahkan memiliki asisten dan dipercaya oleh pimpinan perusahaan.

Coco mengalami pengalaman buruk saat bekerja yaitu rekan kerja yang iri, bahkan ada rekan kerja yang berusaha PDKT hanya karena kaya raya (gajinya cukup selangit saat itu), bahkan asistennya sendiri bersama rekan kerja lain menjegal Coco.

Mohon maaf jika aku menjelaskan kelanjutan dengan psikologi non ilmiah karena inilah realita. Awalnya kak Coco dikirimi penyakit GBS dan berada di RS selama 1 bulan penuh di kamar perawatan VIP, seingatku peristiwa tersebut terjadi tahun 2016 saat bulan puasa. Hingga akhirnya dibawa ke RS lain dan akhirnya riwa-riwi alias bolak balik ke RS.

Banyak kenalan dari keluarga besar yang berusaha membantu secara spiritual (upaya pembersihan semacam rukyah) namun selalu di isi (guna-guna) kembali bahkan lebih banyak.

Keluarga besarpun memutuskan untuk doa bersama ( doa islami) dan upaya itu sedikit berhasil, yang membuat keberhasilannya sedikit adalah saat doa, kak Coco mengalami rintihan kesakitan hebat dan keluarga tidak tega serta berakhir pada berhenti doa.

Hal yang membuat kelelahan fisik dan psikologis adalah orang jahat tersebut/ rival malah menguna-guna siapapun yang membantu kak Coco. Tujuan utama Rival adalah agar Coco berhenti bekerja dan Rival dapat perhatian dari pimpinan dan juga tentunya naik gaji.

Aku lupa kejadiannya seperti apa misal (dikirim pasir kuburan) jadi rumah kotor berpasir terus, namun yang aku ingat sempat menggunakan keris juga. Jadi keris disiram air panas, lalu setiap pintu diberi tanda silang menggunakan keris, siram air beras, bahkan menggunakan porcelin dengan cara di tuangkan di seluruh area luar seperti teras dan garasi.

Hal ini terjadi dirumahku karena keluargaku terus mencari spiritualis untuk menyelesaikan ini tanpa mengirim kembali (guna-guna tersebut.) Bahkan ada yang memberikan info bahwa rival membayar dukun berapapun asalkan Coco meninggal (mungkin santet).

Hal ini terjadi karena walaupun kak Coco sakit tetap dibayar perusahaan meskipun sedikit, bahkan kak Coco sempat diminta masuk ke kantor (yang tugasnya lebih ringan dari sebelumnya) untuk (semacam formalitas).

Jalan Tuhan sungguh luar biasa meskipun sudah 1 tahun Coco sakit perusahaan tetap menghargai Coco.

Cocopun akhirnya memilih resign, tidak mendapatkan gaji dan juga teror rival untuk siapapun yang membantu berhenti, (sepertinya santet sudah berhenti) untuk kak Coco secara imun juga sudah buruk dalam artian sel darah merah sering drop dan tambah kantung darah.

Cocopun dengan kondisi demikian diberikan petunjuk dari Tuhan berupa salah satu keluarga dari keluarga besar mau merawat Coco. Pada saat itu juga seingatku ibu kak Coco juga terkena kanker serviks sekitar 2017 dan baru saja meninggal dunia tepat saat natal 2018 ini.

Pada saat kondisi kritispun hanya Coco dan keluarga besar bergantian jaga di rumah sakit (Coco memiliki 1 kakak namun entahlah tidak ada kabar). Ibu Coco meninggal dunia sekitar jam 5 atau 6 pagi, dimakamkan sekitar jam 1 siang di kolom makam kakek.

Kakek sudah meninggal sekitar tahun 1998 atau 1999 dan saat ibu kak Coco akan dimasukan ke kolom, ditemukan kondisi jenazah kakek masih utuh. Menurut juru kunci hal ini disebabkan kakek baik di dunia.

Dan setelah pemakaman rival tersebut datang dan bercerita setelah Coco resign seluruh pekerjaan Coco diberikan ke rival tersebut, tidak diberi gaji tambahan dan juga asisten. Cocopun tersenyum kecil dan teringat kalimat GUSTI ORA SARE.

Dari kisah ini aku mendapatkan pelajaran bahwa kita musti terus berusaha, berdoa pada Tuhan YME, dan juga berbuat baik untuk mengumpulkan amal dan ibadah. Terima kasih telah membaca…

 

bersambung…..

 

Sebut saja Namaku Mawar

 

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu