Tips Penerapan Psikodrama untuk Guru PAUD agar Peka dan Kreatif


Tercetus dari obrolan setelah belajar Psikodrama bersama Pengajar Paud di ESKID, Sleman Yogyakarta, pada tanggal 29 Juli 2018.

Anak usia dini sangat peka dan sensitif, masa pertumbuhan dan perkembangannya sangat cepat. Maka guru perlu menyadari hal ini. Jangan sampai guru terjebak pada pengajaran dengan kata-kata yang abstrak, suatu hal yang memang mungkin penting untuk anak – anak itu. Namun perlu disadari bahwa anak tidak hanya belajar melalui kata-kata, anak usia dini belajar dari apa saja yang ditangkap oleh indra dan rasa nya. Ekpresi wajah, gerak tubuh, cepat lambat gerakan, intonasi suara, emosi yang dialami guru, dll. semua diserap dengan cepat. Guru Paud perlu memiliki rasa yang peka dan cinta. Lanjutkan membaca “Tips Penerapan Psikodrama untuk Guru PAUD agar Peka dan Kreatif”

Metode dalam Psikodrama ; Terjemahan dari Wikipedia


Dalam psikodrama, para peserta mengeksplorasi konflik internal dengan menampilkan emosi dan interaksi interpersonal mereka di atas panggung. Sesi psikodrama (biasanya 90 menit hingga 2 jam) berfokus terutama pada peserta tunggal, yang dikenal sebagai protagonis. [7] Tokoh protagonis memeriksa hubungan mereka dengan berinteraksi dengan aktor lain dan pemimpin, yang dikenal sebagai sutradara (Director). Ini dilakukan dengan menggunakan teknik khusus, termasuk mirroringdoublingsoliloquy, dan role reversal. Pembahasan ini sering dipecah menjadi tiga fase – the warm-up, the action, and the post-discussion. [8] Lanjutkan membaca “Metode dalam Psikodrama ; Terjemahan dari Wikipedia”