Penerapan Psikodrama, Sosiodrama dalam ( Psikologi ) Pendidikan


Apakah Psikodrama dapat diterapkan di Psikologi Pendidikan, pertanyaan yang juga sering ditanyakan sebelum workshop dimulai.

Psikodrama sering juga disebut Action Methode (metode Tindakan), apapun materinya dapat disampaikan dengan bertindak, bukan hanya berbicara atau pun mendengar saja. Bagi angkatan 80-90an pastilah masih ingat Pelajaran PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa) yang dulu dilakukan dengan Sosiodrama. Ini menggunakan prinsip dan dasar yang sama dengan Psikodrama.
Lanjutkan membaca “Penerapan Psikodrama, Sosiodrama dalam ( Psikologi ) Pendidikan”

Penerapan Drama, Sebuah Surat Terbuka


Ada bidang baru yang bisa disebut “Applied Drama” atau “Teater Terapan,” tapi belum ada yang benar-benar mengetahuinya. Ini adalah istilah untuk berbagai macam upaya yang menggunakan drama/teater untuk mempromosikan kesadaran pribadi dan kelompok. Lanjutkan membaca “Penerapan Drama, Sebuah Surat Terbuka”

Penjelasan tentang “Eksplorasi Tindakan” (Psikodrama)


Tampaknya psikodrama memiliki dua peran dalam budaya modern:
1. Psikodrama dapat digunakan sebagai “terapi”
atau
2. Dapat digunakan terpisah dari terapi, untuk melayani tujuan peningkatan kesadaran lainnya. Dalam bisnis, pendidikan, pengembangan pribadi, pelatihan peran di industri, untuk penyelesaian konflik, permainan, dan sebagainya, apa yang saya sebut “Eksplorasi Tindakan” menerapkan metode psikodramatik dalam melayani banyak tujuan lainnya. Bukan hanya untuk pengobatan penyakit jiwa! Hal ini harus dilakukan secara eksplisit!

Sebagian besar literatur dalam Psikodrama adalah tentang terapi, dengan asumsi bahwa “pasien” itu “sakit” dan Psikodrama akan membantu mereka, ini yang sering terjadi! Tapi Moreno mengatakannya di catatan pendek pembuka pada magnum opus-nya tentang Sosiometri, Who Shall Survive ?: “Prosedur terapeutik yang benar memiliki tujuan tidak boleh kurang dari keutuhan umat manusia,” yang berarti bahwa alat yang baik akan menemukan banyak penerapan!

Eksplorasi Tindakan menerapkan teknik mirip Psikodrama di luar model medis, seperti yang saya katakan: Mereka dapat digunakan dalam bisnis, industri, pendidikan di semua tingkat, rekreasi, dan masalah sosial. Misalnya, ada cara-cara agar Eksplorasi Tindakan menjembatani agar menjadi seperti “Teater Kaum Tertindas”-nya Augusto Boal.

Dalam Eksplorasi Tindakan, tujuan kelompok tersebut adalah untuk mengeksplorasi topik atau tema, bukan untuk mendapatkan seseorang yang baik atau menantang delusi mereka. Dengan berbagai alasan historis, sebagian besar tahun-tahun Moreno selanjutnya dihabiskan terutama untuk model medis. Itu lebih prestise; tujuan mulia; pengorbanan yang menyedihkan. Juga, psikoanalisis mengaburkan batasannya, oleh karena itu, mengapa tidak Psikodrama? Namun, karena revolusi psikofarmakologis dan perubahan psikiatri lainnya, Psikodrama sebagai Psikoterapi, tidak pernah sangat menonjol, telah menyusut secara signifikan di Amerika Serikat. Saya tidak ingin melihat Eksplorasi Tindakannya hilang akibat kebingungan dengan psikoterapi psikodrama!

Ada juga penggerusan bertahap Psikoterapi oleh segala jenis obat berbasis bukti. Ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, (dibicarakan di tempat lain). Tapi perhatian harus diberikan untuk menerapkan metode psikodramatik atau sosiodramatik lebih dari sekedar model medis – “Eksplorasi Tindakan”.

Metode tindakan terutama sosiodrama, namun dengan teknik psikodramatik diterapkan sesuai kebutuhan. Kata “psiko-drama” bermasalah di Prancis, karena terjemahan kata-katanya mengandung konotasi negatif. Mungkin ini juga benar di tempat lain. Namun, yang sebenarnya adalah bahwa pemberlakuan dan penjelajahan dapat digunakan terpisah dari perlakuan terhadap “Penyakit mental.” Sudah saatnya kita mengatakan hal ini secara terbuka dan meminta umpan balik dari orang lain. Bisakah kita mengatakan bahwa pekerjaan Moreno tidak hanya untuk terapi tetapi juga mendukung usaha yang jauh melampaui model medis?

 

Terjemahan Bebas dari

Action Explorations Explained oleh Adam Blatner
Originally posted on July 31, 2017

Psikodrama adalah Eksplorasi Tindakan


Ini adalah istilah kegiatan kelas yang Saya gunakan untuk menyatakan drama, atau psikodrama. Penerapan drama, pada antologi saya di Interactive & Improvisational Drama. sudah  saya rubah, bagaimanapun saya pikir lebih baik untuk menyebut kategori ini “Eksplorasi Tindakan “-atau, sebagai alternatif, “Enactments Eksplorasi.” Saya menulis kembali dua buku besar untuk Psikodrama, memperbaruinya, dan menggunakan judul itu, untuk beberapa alasan:

Kebanyakan orang berpikir drama disetarakan dengan teater. Di antara seniman teater, drama adalah istilah yang lebih inklusif, tetapi hanya sedikit orang tahu ini. Drama (atau teater) untuk sebagian besar adalah scripted, perform, yang dilakukan aktor sebagai “produk polesan” kepada khalayak yang relatif pasif untuk tujuan hiburan. Dan budaya kita penuh tidak hanya drama panggung, namun juga film, program televisi, segala macam acara , DVD, dan sebagainya. Lanjutkan membaca “Psikodrama adalah Eksplorasi Tindakan”

Penerapan Psikodrama untuk Penyampaian Materi pada anak anak


Hari ini, Kamis, 16 Juni 2016, belajar bersama berlatih Roleplay,…

Lembaga Mahasiswa Psikologi Universitas Gadjah Mada, akan melakukan bakti sosial dengan berkunjung ke Panti Asuhan. Mereka akan melakukan Role Play dalam rangaka mengajak kesadaran akan pentingnya Kebersihan.

Pukul 09.09 WIB acara dimulai, meski masih ada yang akan datang tetap dimulai.

Aku buka dengan bertanya, “Tolong ceritakan apa yang diharapkan dari acara hari ini ? Lanjutkan membaca “Penerapan Psikodrama untuk Penyampaian Materi pada anak anak”

Belajar Menghargai Orang Lain #Goresanku 115


Alkisah, suatu hari, Seorang Perempuan setengah baya terlihat menggandeng anaknya memasuki sebuah taman besar yang ada di sebuah perkantoran terkenal. Mereka duduk di sebuah bangku panjang. Ibu itu tampak sedang memarahi anak semata wayangnya. Mulutnya tak henti-hentinya mengomel. Tak jauh dari tempat duduk itu, ada Seorang Kakek Tua yang tengah memotong rumput.

Tiba-tiba, Ibu itu mengeluarkan sehelai tisu dari dalam tasnya lalu melemparkannya ke arah Orang Tua itu. Si Kakek terkejut. Ia melirik dengan pandangan heran ke arah Ibu itu. Tapi, Si Ibu malah berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Tanpa mengeluarkan sepatah kata, Si Kakek pun memungut tisu itu pelan-pelan, lalu memasukkannya ke dalam tong sampah. Lanjutkan membaca “Belajar Menghargai Orang Lain #Goresanku 115”

Penerapan Psikodrama, Memperluas Cita-cita Moreno (Bapak Psikodrama)


Psikodrama telah berkembang, dan sekarang memiliki sejumlah “sepupu,” termasuk :
– Seniman teater, aktor dan sutradara yang menyadari bahwa improvisasi memiliki estetika sendiri, dan lebih dari itu, aplikasi praktisnya melampaui tujuan hiburan – yaitu, penerapan improvisasi
– Terapis drama yang menekankan kekuatan penyembuhan menciptakan sesuatu estetis menarik dan semakin lengkap
– Terapis ekspresif yang menekankan bahwa musik, seni, tari, gerakan, puisi, menulis kreatif, kostum atau kain, dan sejenisnya, semua memiliki kekuatan untuk mempercepat pemahaman dengan mengungkapkan pada energi dari media tersebut Lanjutkan membaca “Penerapan Psikodrama, Memperluas Cita-cita Moreno (Bapak Psikodrama)”