Penerapan Psikodrama Melatih Me-Rasa untuk Bahagia


Banyak orang jaman sekarang terlalu banyak berpikir dibandingkan merasa, bahkan ada yang mengungkapkan bahwa mereka tidak dapat mengungkapkan rasa yang sedang dirasakannya. Media sosial dan game online lebih dominan mengambil waktu anak-anak muda. Sementara, sensitivitas Rasa akan terlatih dengan kehadiran, bertemu langsung. Oleh karena itu mereka menjadi kurang terlatih dalam mengolah rasa. Lanjutkan membaca “Penerapan Psikodrama Melatih Me-Rasa untuk Bahagia”

Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama, #Tulisan 14 Ringkasan dan Daftar Pustaka


Ringkasan

Moreno menemukan bahwa tele (atau hubungan) adalah kekuatan yang kuat yang bekerja di bidang interpersonal. Membawa perhatian pada fenomena ini membantu orang untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang terlibat dan untuk secara lebih sadar menanggapi isyarat-isyarat dekat-bawah sadar yang sering muncul ini. Menghargai dinamika hubungan dapat membantu orang memilih pasangan dan kelompok mereka dengan lebih bijak dan mengenali preferensi autentik mereka sendiri. Kegiatan-kegiatan yang mempromosikan hubungan di antara anggota kelompok kemudian mengarah pada kohesi kelompok yang meningkat, kapasitas yang lebih besar untuk empati dan pertemuan, dan konteks yang lebih menguntungkan untuk bekerja melalui konflik antarpribadi. Lanjutkan membaca “Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama, #Tulisan 14 Ringkasan dan Daftar Pustaka”

Tele dan Transferens, #Tulisan 08 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama


Tele dan Tranferens

Faktanya, tele tidak dapat dibedakan secara bersih dari transferens. Ketika Moreno menulis tentang hal itu, ia merujuk pada cara psikoanalis pada masanya menggunakan gagasan transferens, yang selalu melibatkan distorsi dan proyeksi yang tidak realistis. Namun, perlu dicatat bahwa psikoanalisis telah berevolusi secara signifikan, dan konsep transferens telah meluas, yang diterapkan dalam tulisan-tulisan kontemporer pada pasang surutnya proyeksi psikis dan perasaan di antara semua orang. Lanjutkan membaca “Tele dan Transferens, #Tulisan 08 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama”

Wajah Psikososial dari Tele #Tulisan 05 Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama


Wajah Psiko-Sosial dari Tele

Tele adalah ekspresi dari bagian pikiran yang lebih berkaitan dengan keinginan, hasrat, dan niat daripada dengan pemikiran rasional. (Istilah teknis untuk kategori ini adalah “konasi,” berbeda dengan “kognisi,” yang melibatkan berpikir, mengingat, memahami, dan mengoordinasi.). Tetapi kedewasaan melibatkan membawa kognisi ke proses perasaan ini, sehingga gagasan dan keyakinan menjadi melekat pada apa yang semula hanya kesan dan intuisi. Lanjutkan membaca “Wajah Psikososial dari Tele #Tulisan 05 Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama”

Asal Alami Tele #Tulisan 04 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama


Asal Alami Tele

 Ada dua komponen tele: (1) adalah preferensi antarpribadi; dan (2) timbal balik. Sebenarnya, ini membingungkan di lapangan, karena sering dalam tes sosiometrik ada non-timbal balik – apa yang kadang-kadang disebut “tele campuran” – sebuah istilah yang juga dapat membingungkan, ambivalensi. Lanjutkan membaca “Asal Alami Tele #Tulisan 04 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama”

Asal Sejarahnya #Tulisan 02 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama


JL Moreno, MD (1889-1974) terkenal karena penemuannya tentang metode psikodrama, tetapi ia juga seorang pemikir yang brilian yang mengarahkan dirinya ke berbagai dinamika psikologis dan sosial terkait, seperti teori peran, filsafat (dan bahkan teologi) tentang kreativitas, dan sosiometri, semua dibahas di bagian lain buku ini. Sebenarnya, Moreno mengembangkan sosiometri dan mulai berpikir tentang tele selama beberapa tahun sebelum ia mengembangkan psikodrama. Jadi, sementara dimungkinkan untuk melakukan sosiometri formal tanpa menggunakan psikodrama; dan dimungkinkan untuk melakukan psikodrama tanpa melakukan sosiometri formal, namun kedua pendekatan tersebut bersifat sinergis. Lanjutkan membaca “Asal Sejarahnya #Tulisan 02 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama”

Psikodrama dalam Pelatihan Singkat Membangun Team Work dan Melatih Problem Solving di Tasikmalaya


Melakukan psikodrama dengan tim pegawai model inhouse training merupakan pengalaman baru bagiku. Beberapa hari aku merenungkan skenario apa yang harus kulakukan, berhubung kegiatan ini bukan karena keinginan peserta alias kewajiban pegawai mengikuti proses training, maka tujuan pun sudah ditentukan owner. Peranku sebagai trainer merenungkan apakah target dapat tercapai, dengan peluang apapun dapat terjadi selama proses psikodrama. Padahal kegiatan hanya dilakukan dalam waktu yang singkat, hanya 5 jam saja. Lanjutkan membaca “Psikodrama dalam Pelatihan Singkat Membangun Team Work dan Melatih Problem Solving di Tasikmalaya”

Testimoni Psikodrama, Saya Masih Penasaran (Oops, sekarang tanggal 21 Februari, molor 9 hari)


Terakhir saya menulis adalah ketika saya sedang menangis karena melihat anak perempuan saya yang masih berusia satu bulan tengah sakit flu, hampir setahun lalu. Namun kali ini saya tidak sedang ingin membahas anak saya ataupun tulisan saya, melainkan tentang satu kegiatan yang baru saya ikuti sekitar dua minggu lalu. semoga hasil tulisan saya bisa cukup runut untuk dijabarkan mengingat kemampuan menulis saya yang sudah semakin menurun karena tidak pernah lagi diasah.

Baiklah, tanpa berpanjang lebar, mari dimulai saja tulisannya. Lanjutkan membaca “Testimoni Psikodrama, Saya Masih Penasaran (Oops, sekarang tanggal 21 Februari, molor 9 hari)”

Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta dari Surabaya


Hi semua, namaku Reyna, Aku mahasiswa semester tiga Fakultas Psikologi di Surabaya alias Angkatan 2017. Aku akan sedikit berbagi cerita dari pengalamanku pada kegiatan Psikodrama hari jumat 3 Agustus 2018. Aku bersama anggota komunitas di kampus yang bernama Seniman Lima Belas Menit yang hadir saat itu ada 8 anggota. Kami dari Surabaya naik Kereta Api kemudian menginap. Kami tiba tanggal 2 Agustus dan kegiatan Psikodrama dilakukan keesokan harinya karena faktor kelelahan.

Acara dimulai dengan setiap anggota diminta untuk menjelaskan siapa diri setiap anggota di teras, lalu setiap anggota diminta menjelaskan apa yang diharapkan dalam kegiatan hari ini dan juga menjelaskan cita-cita dalam profesi. Lanjutkan membaca “Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta dari Surabaya”

Pengalaman Praktek Psikodrama sebagai Metode Pemetaan


Bisa Aja dengan Psikodrama

Saya diminta membantu teman teman panitia pemilihan putra putri. Mereka minta saya memberikan test psikologi. Dalam pengalaman saya, test psikologi dalam pemilihan putra putrian begini hanya digunakan sebagai referensi saja dan tidak terlalu mempengaruhi hasil keseluruhan dalam pemilihan tersebut, jadi saya diskusi dengan teman teman panitia untuk mengganti psikologi test menjadi psikodrama. Saya jelaskan tentang berbagai manfaat yang dapat diperoleh peserta dengan mengikuti psikodrama ini, dan panitia setuju. Lanjutkan membaca “Pengalaman Praktek Psikodrama sebagai Metode Pemetaan”