Psikodrama dalam Pelatihan Singkat Membangun Team Work dan Melatih Problem Solving di Tasikmalaya


Melakukan psikodrama dengan tim pegawai model inhouse training merupakan pengalaman baru bagiku. Beberapa hari aku merenungkan skenario apa yang harus kulakukan, berhubung kegiatan ini bukan karena keinginan peserta alias kewajiban pegawai mengikuti proses training, maka tujuan pun sudah ditentukan owner. Peranku sebagai trainer merenungkan apakah target dapat tercapai, dengan peluang apapun dapat terjadi selama proses psikodrama. Padahal kegiatan hanya dilakukan dalam waktu yang singkat, hanya 5 jam saja. Lanjutkan membaca “Psikodrama dalam Pelatihan Singkat Membangun Team Work dan Melatih Problem Solving di Tasikmalaya”

Testimoni Psikodrama, Saya Masih Penasaran (Oops, sekarang tanggal 21 Februari, molor 9 hari)


Terakhir saya menulis adalah ketika saya sedang menangis karena melihat anak perempuan saya yang masih berusia satu bulan tengah sakit flu, hampir setahun lalu. Namun kali ini saya tidak sedang ingin membahas anak saya ataupun tulisan saya, melainkan tentang satu kegiatan yang baru saya ikuti sekitar dua minggu lalu. semoga hasil tulisan saya bisa cukup runut untuk dijabarkan mengingat kemampuan menulis saya yang sudah semakin menurun karena tidak pernah lagi diasah.

Baiklah, tanpa berpanjang lebar, mari dimulai saja tulisannya. Lanjutkan membaca “Testimoni Psikodrama, Saya Masih Penasaran (Oops, sekarang tanggal 21 Februari, molor 9 hari)”

Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta dari Surabaya


Hi semua, namaku Reyna, Aku mahasiswa semester tiga Fakultas Psikologi di Surabaya alias Angkatan 2017. Aku akan sedikit berbagi cerita dari pengalamanku pada kegiatan Psikodrama hari jumat 3 Agustus 2018. Aku bersama anggota komunitas di kampus yang bernama Seniman Lima Belas Menit yang hadir saat itu ada 8 anggota. Kami dari Surabaya naik Kereta Api kemudian menginap. Kami tiba tanggal 2 Agustus dan kegiatan Psikodrama dilakukan keesokan harinya karena faktor kelelahan.

Acara dimulai dengan setiap anggota diminta untuk menjelaskan siapa diri setiap anggota di teras, lalu setiap anggota diminta menjelaskan apa yang diharapkan dalam kegiatan hari ini dan juga menjelaskan cita-cita dalam profesi. Lanjutkan membaca “Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta dari Surabaya”

Pengalaman Praktek Psikodrama sebagai Metode Pemetaan


Bisa Aja dengan Psikodrama

Saya diminta membantu teman teman panitia pemilihan putra putri. Mereka minta saya memberikan test psikologi. Dalam pengalaman saya, test psikologi dalam pemilihan putra putrian begini hanya digunakan sebagai referensi saja dan tidak terlalu mempengaruhi hasil keseluruhan dalam pemilihan tersebut, jadi saya diskusi dengan teman teman panitia untuk mengganti psikologi test menjadi psikodrama. Saya jelaskan tentang berbagai manfaat yang dapat diperoleh peserta dengan mengikuti psikodrama ini, dan panitia setuju. Lanjutkan membaca “Pengalaman Praktek Psikodrama sebagai Metode Pemetaan”

From Zero to Full, Psikodrama di Medan


 

Pertama kali mendengarkan kata Workshop Psikodrama, yang terlintas didalam pikiran adalah mau diaplikasikan kemana psikodrama  ini ? Apakah tidak ribet menggunakan psikodrama untuk konseling, training maupun program pembelajaran. Ada rasa ingin tahu memang,  hal ini mendorongku untuk menelephone teman-teman yang juga dibiayai oleh salah satu  instansi tempat kami bekerja untuk mengikuti workshop psikodrama, semua berjanji untuk datang, mumpung belajar gratis dan kebetulan sudah lama kami tidak bertemu, cocok juga bisa reuni, jadi mulai terbayang serunya.

Hari Pertama

Seperti yang dibayangkan keseruan dimulai ketika bertemu dengan teman-teman, heboh cas cus, tidak lama kemudian  fasilitator datang, gayanya cukup nyentrik, sudah bisa tertebak pastilah psikolog yang juga pemain theater. Lanjutkan membaca “From Zero to Full, Psikodrama di Medan”

Psikodrama itu Powerfull (Pengalaman di Medan)


Hari 1.
Dulu sekali, kata Psikodrama ini pernah disenggol di mata kuliah Psikologi Sosial namun tidak menarik perhatian saya, karena hanya sekedar disebutkan sebagai salah satu terapi yang sering dilakukan di dalam kelompok. Mengikuti Workshop Psikodrama ini merupakan pengalaman yang sama sekali baru. Heran itu sudah dimulai dari melihat tatanan ruangannya, dimana meja diletakkan lengket di dinding, dan semua kursi disusun menghadap dinding, kami saling memandang dengan alis naik sebelah. Lebih menarik lagi ketika Sang Fasilitator datang dengan gaya yang sangat tidak biasa, baju batik HIMPSI dikombinasi topi kupluk. Lanjutkan membaca “Psikodrama itu Powerfull (Pengalaman di Medan)”

Penjelasan tentang “Eksplorasi Tindakan” (Psikodrama)


Tampaknya psikodrama memiliki dua peran dalam budaya modern:
1. Psikodrama dapat digunakan sebagai “terapi”
atau
2. Dapat digunakan terpisah dari terapi, untuk melayani tujuan peningkatan kesadaran lainnya. Dalam bisnis, pendidikan, pengembangan pribadi, pelatihan peran di industri, untuk penyelesaian konflik, permainan, dan sebagainya, apa yang saya sebut “Eksplorasi Tindakan” menerapkan metode psikodramatik dalam melayani banyak tujuan lainnya. Bukan hanya untuk pengobatan penyakit jiwa! Hal ini harus dilakukan secara eksplisit!

Sebagian besar literatur dalam Psikodrama adalah tentang terapi, dengan asumsi bahwa “pasien” itu “sakit” dan Psikodrama akan membantu mereka, ini yang sering terjadi! Tapi Moreno mengatakannya di catatan pendek pembuka pada magnum opus-nya tentang Sosiometri, Who Shall Survive ?: “Prosedur terapeutik yang benar memiliki tujuan tidak boleh kurang dari keutuhan umat manusia,” yang berarti bahwa alat yang baik akan menemukan banyak penerapan!

Eksplorasi Tindakan menerapkan teknik mirip Psikodrama di luar model medis, seperti yang saya katakan: Mereka dapat digunakan dalam bisnis, industri, pendidikan di semua tingkat, rekreasi, dan masalah sosial. Misalnya, ada cara-cara agar Eksplorasi Tindakan menjembatani agar menjadi seperti “Teater Kaum Tertindas”-nya Augusto Boal.

Dalam Eksplorasi Tindakan, tujuan kelompok tersebut adalah untuk mengeksplorasi topik atau tema, bukan untuk mendapatkan seseorang yang baik atau menantang delusi mereka. Dengan berbagai alasan historis, sebagian besar tahun-tahun Moreno selanjutnya dihabiskan terutama untuk model medis. Itu lebih prestise; tujuan mulia; pengorbanan yang menyedihkan. Juga, psikoanalisis mengaburkan batasannya, oleh karena itu, mengapa tidak Psikodrama? Namun, karena revolusi psikofarmakologis dan perubahan psikiatri lainnya, Psikodrama sebagai Psikoterapi, tidak pernah sangat menonjol, telah menyusut secara signifikan di Amerika Serikat. Saya tidak ingin melihat Eksplorasi Tindakannya hilang akibat kebingungan dengan psikoterapi psikodrama!

Ada juga penggerusan bertahap Psikoterapi oleh segala jenis obat berbasis bukti. Ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, (dibicarakan di tempat lain). Tapi perhatian harus diberikan untuk menerapkan metode psikodramatik atau sosiodramatik lebih dari sekedar model medis – “Eksplorasi Tindakan”.

Metode tindakan terutama sosiodrama, namun dengan teknik psikodramatik diterapkan sesuai kebutuhan. Kata “psiko-drama” bermasalah di Prancis, karena terjemahan kata-katanya mengandung konotasi negatif. Mungkin ini juga benar di tempat lain. Namun, yang sebenarnya adalah bahwa pemberlakuan dan penjelajahan dapat digunakan terpisah dari perlakuan terhadap “Penyakit mental.” Sudah saatnya kita mengatakan hal ini secara terbuka dan meminta umpan balik dari orang lain. Bisakah kita mengatakan bahwa pekerjaan Moreno tidak hanya untuk terapi tetapi juga mendukung usaha yang jauh melampaui model medis?

 

Terjemahan Bebas dari

Action Explorations Explained oleh Adam Blatner
Originally posted on July 31, 2017