13 Cara untuk Menulis Dialog Lebih Baik untuk Sebuah Cerita


Dialog ini sangat penting untuk sebuah cerita, dan penulis terbaik tahu bagaimana menggunakan ini untuk mendapatkan keuntungan.
Tentu, Anda bisa berdebat “tidak ada aturan untuk menulis,” tetapi dengan menggunakan tips ini untuk menulis dialog yang lebih baik. Anda akan didorong menjadikan adegan Anda terasa lebih dinamis, karakter Anda tumbuh, dan cerita menawan hati. Lanjutkan membaca “13 Cara untuk Menulis Dialog Lebih Baik untuk Sebuah Cerita”

Apakah Psikodrama itu, dan untuk Siapa ?


Kamis, 8 Mei, 2008

Psikodrama adalah praktek profesional metode tindakan yang diciptakan oleh almarhum Dr Jacob L. Moreno. Psikodrama adalah metode klinis yang telah teruji oleh waktu, dan telah terbukti untuk membantu orang, mencapai tujuan pribadi, melalui proses terstruktur, improvisasi dramatis.

Secara umum Psikodrama menggunakan, sociometry, dinamika kelompok, teori peran, dan analisa sistem sosial untuk memfasilitasi perubahan konstruktif dalam individu dan kelompok melalui pengembangan persepsi baru atau reorganisasi kognitif pola lama. Psikodrama bukanlah proses yang eksklusif – tidak ada pelatihan khusus, pendidikan, atau pengalaman yang diperlukan dalam rangka untuk mendapatkan manfaat dari berpartisipasi dalam psikodrama.

Lanjutkan membaca “Apakah Psikodrama itu, dan untuk Siapa ?”

Pengembangan Spontanitas Mengasah Kreativitas Ketrampilan Abad 21


Ada kebutuhan untuk keterampilan ini dalam dunia yang cepat berubah. Pada waktu yang lalu orang-orang muda diajarkan hanya untuk mengikuti petunjuk, sekarang mereka diharapkan tidak hanya berpikir untuk diri mereka sendiri, tetapi juga berinovasi. Kami telah menemukan bahwa kunci untuk kreativitas adalah Improvisasi, dan Pengembangan Spontanitas adalah Pelatihan Improvisasi. Lanjutkan membaca “Pengembangan Spontanitas Mengasah Kreativitas Ketrampilan Abad 21”

DRAMATURGI ; Seni, Psikologi Sosial, dan Sosiologi


 SEJARAH

1945:Tahun dimana, Kenneth Duva Burke(May 5, 1897 – November 19, 1993) seorang teoritis literatur Amerika dan filosof memperkenalkan konsep dramatisme sebagai metode untuk memahami fungsi sosial dari bahasa dan drama sebagai pentas simbolik kata dan kehidupan sosial. Tujuan Dramatisme adalah memberikan penjelasan logis untuk memahami motif tindakan manusia, atau kenapa manusia melakukan apa yang mereka lakukan (Fox, 2002). Lanjutkan membaca “DRAMATURGI ; Seni, Psikologi Sosial, dan Sosiologi”

Pernyataan Moreno Bapak Psikodrama yang Menginspirasi Psikologi Terapi Kelompok


‘Well, Dr. Freud,
I start where you leave off. You meet people in the artificial setting of your office.
I meet them on the street and in their homes, in their natural surroundings.
You analyze their dreams. I give them the courage to dream again.
You analyze and tear them apart. I let them act out their conflicting roles and help them to put the parts back together again.
( JL Moreno 1889 – 1974 )

Lanjutkan membaca “Pernyataan Moreno Bapak Psikodrama yang Menginspirasi Psikologi Terapi Kelompok”

Playback Theater adalah Sebuah Bentuk Teater Spontanitas ( Improvisasi )


Apakah Playback Theater itu?

Playback Theater adalah sebuah bentuk improvisasi dari teater yang muncul di Amerika tahun 1975 dan saat ini telah menyebar ke lebih dari 17 negara. Teater ini berawal dari Teater serimonial di Asia di mana tradisi oral dan penceritaan yang diperankan dalam komedi dan drama memainkan peran sangat penting dalam penyebaran budaya kesukuan.

Dalam Playback seorang anggota kelompok didorong untuk menjalin kontak dengan kehidupan nyata dan kemudian hal tersebut akan diperankan oleh orang lain. Bukti ilmiah dari pengalaman di Amerika menunjukkan playback memiliki dampak terapeutik sejalan dengan penyadaran diri, meningkatkan kreativitas dan spontanitas, dan memperkuat sense of identity seseorang.

Apakah Manfaat Playback Theater dalam dunia pendidikan?

Lanjutkan membaca “Playback Theater adalah Sebuah Bentuk Teater Spontanitas ( Improvisasi )”

REALISME DALAM TEATER.


(I).
A Dictionary of the Theatre (John Russel Taylor, l974: 231) menjelaskan, bahwa Realisme merupakan suatu gerakan drama pada akhir abad sembilan belas yang pada dasarnya agak kurang ekstrim ketimbang (aliran) naturalisme.

Tokoh-tokoh aliran Realisme mencoba membuang apa yang disebut the theatre of histrionics dalam bidang acting dan ekses yang terlalu dibuat-buat yang terdapat dalam well-made plays ala Victorien Sardou (seorang dramatist Prancis) dan menggantikan semuanya dengan akting-akting yang tampaknya lebih alamiah dengan lakon-lakon yang—yang disusun dengan hati-hati—kurang tergantung pada coups de theatre yang direncanakan dengan tepat, yang terlalu mekanik. Lanjutkan membaca “REALISME DALAM TEATER.”

Dramaturgi, Akting: Mendalami Diri Sendiri


Akting adalah wilayah abstrak sekaligus konkret. Abstrak ketika instruksi pencariannya disampaikan sutradara pada aktor. Kata dan kalimat sutradara selalu membutuhkan kecerdasan dan daya imajinasi aktor untuk memahaminya. Konkret ketika instruksi tersebut dilakukan melalui gerak-gerik tubuh. Pada saat tubuh bergerak dan vokal aktor membentuk makna instruksi maka saat itulah akting menjadi dunia riil.

Konstantin Stanislavsky

Stanislavsky memusatkan diri pada pelatihan akting dengan pencarian laku secara psikologis. Dalam tulisannya yang terkenal The Method, ia berusaha menemukan akting realis yang mampu meyakinkan penonton bahwa apa yang dilakukan aktor adalah yang sebenarnya terjadi. Lanjutkan membaca “Dramaturgi, Akting: Mendalami Diri Sendiri”

Mengapa Teater menjadi Pilihan


Masalah realisme dalam teater bukan sekedar “taken directly from actuality”, tetapi ada pengolahan kesadaran tentang hal yang besar hingga yang kecil dan mencoba “menyiasati” penggunaan dan pemanfaatan unsur-unsur dalam pentas—yang akan merangsang adanya refleksi terhadap kenyataan hidup yang getir, pahit, mencemaskan, penuh keputusasaan, tetapi tidak juga membuat kita jera untuk hidup terus. (Bakdi Sumanto, 2001:292)

 

Awal aku menulis blog memang satu paragraf, itu pun mengcopy dari pernyataan orang. Niat awalku dalam membuat blog ini adalah untuk menyimpan tulisan, yang apabila aku butuhkan dapat kubaca lagi. Kusimpan secara online agar tidak memenuhi hard disk. Selain bisa kubaca ulang, mungkin ada orang lain juga yang membutuhkan isi tulisan itu. ~ Komentar ini aku tulis 07 Januari 2020