Perlu Melatih Rasio, Emosi, dan Tindakan; Konseling (Diskusi) Lewat WhatsApp, Cukup Menarik dan Layak Dibagikan


Mas didi waktu d medan.. trnyata barengan sm tmn sy di unpad..

Anaknya rasio bgt 😁

Mas nya rasa kl di kmi2 bykan pakai rasio ya mas?

Sepertinya begitu…🤗👍

Mass.. krna mengolah rasa, menyentuh emosi yg tdk menyenangkan, berhubungan dgn pengalaman2 yg tdk enak itu menyakitkan membuat org memilih untuk berlindung di balik dunia rasio?

Tidak sepenuhnya begitu…Ada org2 memang diberikan bakat rasio, atau Rasa, atau kinestetik…Kesemuanya perlu dilatih…

Hmm iya mass..

Sekolah terlalu menekankan rasio

Kurg menyentuh yg lain2 ya mas?

Yoiii

Hmm ok.. maturnuwun mas..


Chat di WhatsApp, sengaja aku biarkan tulisan seperti adanya agar terlihat otentik. Nama teman tersebut tidak saya tuliskan, kecuali jika yang bersangkutan menginginkan.

Terima Kasih

Yogyakarta, 7 November 2019

Retmono Adi

Masa Persiapan Pensiun dengan Metode Psikodrama


Pensiun adalah masa depan yang perlu dipersiapkan,…ya pensiun adalah akhir dari menjadi karyawan dan juga awal menjadi pribadi yang merdeka.

Hal tersebut tergantung dari sudut pandang masing masing. Ada lho, orang merasa bahwa pensiun berarti purna juga tugas hidupnya, dan perlahan “tanpa sadar” menyiapkan diri untuk “segera” kembali pada Sang Pencipta. Merasa sudah tidak ada lagi yang perlu dilakukan,..bahkan untuk menikmati hidup pun,…merasa tidak perlu,..lak ya ngenes…tho? Rumangsane yen wis pensiun tidak lagi punya “hak” untuk bahagia di dunia, sehingga ingin segera menuntut hak kebahagiaannya di surga. Lanjutkan membaca “Masa Persiapan Pensiun dengan Metode Psikodrama”

Apa itu Doubling, dan Kegunaannya dalam Psikodrama ?


Dalam psikodrama, Doubling adalah teknik di mana seorang peserta, mungkin diminta oleh direktur psikodrama, penambahan-penambahan peran (Self, pertukaran peran) dari protagonis, biasanya dengan berdiri di belakangnya (boleh juga dengan meletakkan tangan di punggungnya) dan mengatakan hal-hal yang mungkin ingin dikatakan atau ditahan oleh sang protagonis. Lanjutkan membaca “Apa itu Doubling, dan Kegunaannya dalam Psikodrama ?”

3 Tahapan Utama dalam Psikodrama dan Sedikit Catatan Tambahan


Psikodrama terdiri dari tiga tahap utama, yaitu:

1. Pemanasan (Warming up)
2. Pentas (Action)
3.  Integrasi / Refleksi

Tiga tahap ini menjadi tahapan utama untuk membantu mengintegrasikan proses psikodrama ke dalam kelompok, dalam merancang spontanitas, dan mengaplikasikannya ke proses terapi. Boleh juga jika ingin ditambahkan untuk mengawali dengan tahap Perkenalan, dan diakhiri dengan tahap Penutup, berterima kasih dan bersalaman. Lanjutkan membaca “3 Tahapan Utama dalam Psikodrama dan Sedikit Catatan Tambahan”

Konseling dengan Proyeksi Diri pada Film Avengers Endgame


Konseling, 28 June 2019

Aku mendapat klien, dengan permasalahan kesulitan berhubungan dengan Orang Tuanya. Perempuan, usia 20-an tahun, Karyawati sebuah perusahaan Nasional, status belum menikah, Sarjana S1. Posisi kerjanya di bagian Administrasi.

Setelah perkenalan dan menceritakan latar belakang permasalahan yang dihadapinya. Aku menanyakan film apa yang terakhir dia tonton. Ia menjawab, Avengers Endgame. Karena aku juga mengikuti film Avengers, dan mengenal karakter tokoh tokohnya, maka aku mencoba menggunakan teknik Proyeksi dalam proses konseling ini. Lanjutkan membaca “Konseling dengan Proyeksi Diri pada Film Avengers Endgame”

Satu Kata yaitu Menyenangkan, Kesan Saat Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar


Pada hari Selasa tersebut, saya dan kawan-kawan melaksanakan kegiatan bermain Psikodrama bersama 15 andik yang telah kami pilih sesuai dengan kriteria yang telah kami tentukan dari 160-an andik yang ada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar.

Kegiatan kami laksanakan dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB. Rancangan kegiatan dari warming up terlebih dahulu dengan di mulai dari pengenalan diri dengan berpose, setelah itu dilanjutkan dengan sosiometri, lokogram, dan sculpture. Setelah warming up, dilanjutkan dengan action.

Action berupa “memaafkan” dan teknik membayangkan masa lalu/masa depan. Dalam pelaksanaannya, karena waktunya tidak cukup jadi yang teknik “membayangkan” tidak jadi dilakukan. Setelah semua kegiatan dilakukan, kami menutupnya dengan reflection dari keseluruhan kegiatan.

Kesan saya mengenai kegiatan yang kami lakukan ini jika misal diungkapkan dalam satu kata yaitu menyenangkan. Tidak ada lagi yang bisa saya ungkapkan selain itu. Walaupun memang kegiatannya tidak sesuai dengan apa yang direncanakan, tapi saya benar-benar menikmati kegiatan ini.

Surakarta, 6 Agustus 2019

Hajjy

Membebaskan Jiwa yang Terpenjara, Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Blitar


Aku masih ingat ketika aku dan teman-teman mahasiswa seangkatan mengikuti workshop psikodrama bersama Pak Retmono Adi di Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret. Pada saat itu aku berhasil untuk merasakan berbagai gejolak emosional pada diriku. Mulai dari senang, sedih, gembira, murung, syukur, kecewa, dan tentunya lelah. Ternyata psikodrama jauh lebih melelahkan dari yang kukira. Namun di samping berbagai perasaan yang telah kusebutkan tadi, yang paling dominan adalah perasaan bahwa: aku bebas—atau setidaknya, aku merasa ingin membebaskan diriku. Aku ingin membebaskan jiwaku. Lanjutkan membaca “Membebaskan Jiwa yang Terpenjara, Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Blitar”