Psikodrama Rasa Jawa : Ilmu Tinemu Kanthi Laku


Psikodrama adalah Action Method, sering digunakan sebagai psikoterapi, di mana klien menggunakan dramatisasi spontan, bermain peran, dan presentasi diri yang dramatis untuk mengungkapkan dan mendapatkan wawasan tentang kehidupan mereka. Lanjutkan membaca “Psikodrama Rasa Jawa : Ilmu Tinemu Kanthi Laku”

Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama, #Tulisan 14 Ringkasan dan Daftar Pustaka


Ringkasan

Moreno menemukan bahwa tele (atau hubungan) adalah kekuatan yang kuat yang bekerja di bidang interpersonal. Membawa perhatian pada fenomena ini membantu orang untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang terlibat dan untuk secara lebih sadar menanggapi isyarat-isyarat dekat-bawah sadar yang sering muncul ini. Menghargai dinamika hubungan dapat membantu orang memilih pasangan dan kelompok mereka dengan lebih bijak dan mengenali preferensi autentik mereka sendiri. Kegiatan-kegiatan yang mempromosikan hubungan di antara anggota kelompok kemudian mengarah pada kohesi kelompok yang meningkat, kapasitas yang lebih besar untuk empati dan pertemuan, dan konteks yang lebih menguntungkan untuk bekerja melalui konflik antarpribadi. Lanjutkan membaca “Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama, #Tulisan 14 Ringkasan dan Daftar Pustaka”

Coretan “For Got Aen” by Adina Hafidhah Amalia


FOR GOT ӔN

18 OURS

Sometimes nothing
Sometimes reaching

Sometimes broken
Sometimes forgives

Sometimes lose
Sometimes learn

There is always
For got an
But there is always
Forgotten

Thank U,
@psikodrama_id
Solo, 16 Juni 2019

Adina Hafidhah Amalia

Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama, #Tulisan 13 Aplikasi Lebih Lanjut dari Konsep Tele


Aplikasi Lebih Lanjut dari Konsep Tele

 Salah satu tujuan Moreno adalah untuk memungkinkan tele (hubungan baik) untuk beroperasi lebih banyak dalam organisasi hubungan formal maupun informal, sehingga orang yang menikmati satu sama lain dalam perkumpulan  atau saling melengkapi keterampilan masing-masing dapat memilih untuk bekerja pada proyek kelas, seperti mitra laboratorium, atau dalam tim di pekerjaan mereka. Teman sekamar di asrama, anggota komite, dan pengelompokan lainnya harus ditugaskan berdasarkan preferensi yang mereka tentukan sendiri dan bukan berdasarkan kriteria sewenang-wenang yang dipaksakan oleh mereka yang bertanggung jawab. Lanjutkan membaca “Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama, #Tulisan 13 Aplikasi Lebih Lanjut dari Konsep Tele”

Mengembangkan Kesadaran Diri #Tulisan 12 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama


Mempromosikan Individuasi

 Salah satu aplikasi terpenting dari konsep tele adalah bahwa tele mendorong orang untuk lebih memperhatikan preferensi mereka sendiri. Ini pada gilirannya meningkatkan kesadaran diri dan membantu orang dalam individuasi mereka. Karen Horney (1950: 17) menulis tentang perlunya mengembangkan “diri sejati” seseorang seperti yang disebutkan sebelumnya. Salah satu cara paling efektif untuk mencapai hal ini adalah membantu orang memperhatikan preferensi mereka, terutama dalam hal bidang minat, gaya temperamental, dan citra. Banyak orang dalam terapi memiliki sedikit kesadaran akan dimensi pengembangan diri ini. Lanjutkan membaca “Mengembangkan Kesadaran Diri #Tulisan 12 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama”

Sensitivitas Telic, Empati dan Encounter, #Tulisan 11 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama


Sensitivitas Telic, Empati dan Perjumpaan

Orang dilahirkan dengan kapasitas untuk tele, tetapi pada awalnya itu menyebar dan tidak berdiferensiasi. Kapasitas untuk secara akurat menilai bagaimana orang lain mungkin bereaksi, apakah mereka mungkin merasakan perasaan ketertarikan positif atau negatif yang serupa, atau bahkan netralitas atau ketidakpedulian, disebut “sensitivitas telik”. Ketika dua orang memiliki perasaan yang berbeda satu sama lain, seperti tarik-tolak, atau tarik-netralitas, ini disebut “infra-tele,” dan mencerminkan kurangnya sensitivitas telik yang akurat pada bagian dari setidaknya satu individu (Nehnevajsa). 1956: 62). Lanjutkan membaca “Sensitivitas Telic, Empati dan Encounter, #Tulisan 11 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama”

Tele dan Transferens, #Tulisan 08 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama


Tele dan Tranferens

Faktanya, tele tidak dapat dibedakan secara bersih dari transferens. Ketika Moreno menulis tentang hal itu, ia merujuk pada cara psikoanalis pada masanya menggunakan gagasan transferens, yang selalu melibatkan distorsi dan proyeksi yang tidak realistis. Namun, perlu dicatat bahwa psikoanalisis telah berevolusi secara signifikan, dan konsep transferens telah meluas, yang diterapkan dalam tulisan-tulisan kontemporer pada pasang surutnya proyeksi psikis dan perasaan di antara semua orang. Lanjutkan membaca “Tele dan Transferens, #Tulisan 08 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama”