Coretan Lama 38; Aku Dapat Menjemput Kebahagiaan Itu Lagi


Tidurlah diriku

Tidak ada yang merindukanku kalau aku terbangun

Tidak ada yang akan merawatku kalau aku jatuh sakit

Tidak ada yang akan menyiapkan makanan kalau aku lapar

Tidak ada yang peduli apakah aku sedang merasa bahagia, sepi, bersedih hati, atau bahkan depresi

Tapi ingatlah selalu bahwa Tuhan masih bersedia mencukupi kebutuhanku walaupun setiap harinya banyak dosa-dosa yang harus kucuci

Supaya aku dapat menjemput kebahagiaan itu lagi, meskipun tidak di hari ini

 

Kartasura, 22 Februari 2021

Qanifara

Sebenarnya Aku ini Siapa?


Sebenarnya aku ini siapa?

Tiga puluh tahun lebih usia, masih juga aku susah mengenalinya.

Kebanggaan orang tua? 

Ah, orang tuaku sudah tak ada. Jadi kurasa bukan lagi itu.

Kebanggaan guru-guru? 
Ah, itu sungguh dari cerita lampau.

Kebanggan saudara-saudara? Bisa saja.
Tapi apa aku bahagia karena orang bangga padaku? 
Ah, enggak, aku biasa saja.
Jujur saja, aku lebih suka kaya raya.

Sebenarnya aku ini siapa?
Belasan tahun menjauh dari akar lahirku,
Tapi tak juga aku mengenal dirku.

Kadang sering takjub dengan cara semesta bekerja
Aku tak tahu apa-apa, tapi masih bisa hidup juga.
Ah, Tuhan memang serba tak terduga.

Tak kenal diri membuatku seperti sampan di tengah badai
Terombang ambing ke sana kemari
Tak ada jangkar, atau dayung untuk kupegang kendali
Aku, tak tahu harus apa lagi
Haruskah aku diam menunggu mati?

Sementara badai, terus mengamuk tak peduli
Dan aku memohon badai agar mau berhenti.

Cih. Memangnya aku siapa?
Mengharap badai reda demi sebutir manusia
Lagi-lagi, aku tak tahu harus menjawab pertanyaanku sendiri:

Sebenarnya, aku ini siapa?

<p value="<amp-fit-text layout="fixed-height" min-font-size="6" max-font-size="72" height="80">Depok 9 Maret 2021Depok 9 Maret 2021

Serat Sembadra

Cerita Pendek, Drama Perjuangan Hidup Prita #14 Epilog, Untuk Rio


Untuk Rio

Kita memang bukan pasangan sempurna

Kata orang, pernikahan terasa indah dan bahagia

Hanya di tiga atau lima tahun pertama

Delapan tahun berlalu, rasa itu nyatanya masih terus ada dan kian menyala

Hidup kita menjadi lebih berwarna dan bermakna ketika bersama

Walaupun belum ada anak di rumah kita Lanjutkan membaca “Cerita Pendek, Drama Perjuangan Hidup Prita #14 Epilog, Untuk Rio”

Coretan Lama 18; Perpisahan, Kita Semua Berhak Bahagia


Perpisahan

Kadang ada saat di mana kau harus pergi

menjauh dari mereka

yang sejatinya tidak ditakdirkan

untuk bisa memahami arti keberadaanmu.

Atas dasar rasa sakit

yang tak tertahankan lagi.

Untuk apa bersama tapi saling menyakiti?

Untuk apa bersama tapi tidak bisa saling berbagi,

memahami, mengisi, dan melengkapi?

Pergi bukan hanya demi kebaikan diri sendiri

tapi juga demi kebaikan bersama.

Sebab sebagai manusia,

kita semua berhak bahagia.

 

Kartasura, 29 Oktober 2018

Qanifara

Coretan Lama 16; Mengeluh Kala Kesulitan adalah Hal yang Wajar


Kesulitan

Mengeluh

bila sedang dilanda kesulitan

adalah hal yang wajar.

Kesusahan memang diperlukan dalam hidup

supaya kita dapat lebih menghargai

setiap nikmat luar biasa dari Tuhan

yang sering kali diwujudkan

lewat hal-hal sederhana

yang selalu syarat akan makna.   

 

Kartasura, 3 Juli 2016

Qanifara

Coretan Lama 15; Diam-diam Mencari Arti Semua yang Terjadi


Diam diam

Mencari arti tentang semua yang telah terjadi.

Menyaring isi hati dan pikiran

di salah satu sudut dekat jendela rumah makan.

Diam-diam melepas yang semu,

menanamkan yang nyata.    

 

Kartasura, 7 September 2017 

Qanifara

Coretan Lama 14; Candu yang Lebih Sehat


Candu

Setelah semua yang terjadi,

sudikah kau untuk kembali lagi,

wahai harapan?

Bisakah kau memberikanku candu

yang lebih sehat daripada secangkir minuman berkafein?

Sebab kau sendiri adalah canduku

yang sedang menghilang.

Kembalimu hanya sekejap.

Kemudian menghilang dalam waktu

yang tidak bisa ditentukan.

 

Kartasura 24 Mei 2017 

Qanifara

Coretan Lama 11; Menikmati Buah Pikiran dan Perasaan


Ingin kunikmati sisi kehidupan

yang tidak sekadar kuingini.

Yang kubutuh untuk meredakan

pergolakan batin

dan

mengisi kehampaan.

 

Aku tidak lagi ingin

menyiksa diriku sendiri

pada segenap perasaan

dan

buah pikiran

yang tidak bisa kubagi.

 

Kartasura, 14 Januari 2017

Qanifara

Coretan Lama 08; Bersabarlah Sayang


Bersabarlah sayang,

lelah dan resah ini

tidak akan berlangsung selamanya.

Pejamkan mata,

ingat-ingat lagi tentang segala kebaikan-Nya

yang pernah membanjirimu

bahagia, selamat, sejahtera nafas,

dan

kesempatan berharga lainnya

yang tak terhitung.

Bersabarlah sayang,

percaya saja bahwa kelak akan ada masanya

jiwamu terasa penuh dipeluk mesra

Sang pelipur lara.

 

Kartasura, 21 Juli 2018

Qanifara

Coretan Lama 05; Pijakan Hati Bimbang


Masih di sini,

berpijak pada hati yang bimbang,

kadang menjadikan langkah tidak seimbang.

Mencari pegangan,

namun justru kehampaan yang datang

dan memelukku erat.

Katanya ia sedang tidak mau melepaskan.

Aku bertanya, sampai kapan?

Ia tetap saja memelukku erat

sambil tersenyum

tanpa mau memberikan jawaban.

 

Kartasura, 16 November 2018

Qanifara