Menulis sebagai Cara Terapi Jangka Pendek


Aku mengikuti Webinar, dan mendapatkan materi The Use of Writing as Therapy in the Short-termoleh Nadine Santos. Aku ingin tulis ulang dan kusimpan di sini, agar dapat kubaca ulang dan dibaca orang lain yang mungkin membutuhkan.

Ada 3 hal yang disampaikan yaitu :

  1. Menulis memiliki sifat Terapeutik
  2. Bukti bagaimana menuliskan cerita berpengaruh terhadap kehidupan kita
  3. Cara Mempraktekkannya.

Kekuatan Tranformasi Menulis

Menulis sebagai cara penyembuhan – bagaimana kita menceritakan kisah kita, mengubah hidup kita (Louise De Salvo,)

Menulis adalah Keberanian (Pramoedya Ananta Toer) * ini tambahanku sendiri. Lanjutkan membaca “Menulis sebagai Cara Terapi Jangka Pendek”

Anak Setan..!! Serial White Rose (5)


Hai semuanya… gimana kabarnya nee… hmmm… kisahku di jaman SMA segitu aja dulu mungkin nanti akan flasbak tuk di episodde selanjutnya… tapi tuk kali ini kita lanjut ke masa sebelum kuliah ke dua tetapi sudah lulus ya… ok mari kita lanjutkan….

Setelah lulus SMA itu adalah perpisahan yang cukup menyakitkan, karena harus berpisah dengan kedua temanku itu. Tapi… ga apalah… kan masih bisa dapat teman baru dan pastinya seru… tapi sayangnya aku tidak lulus SPMB jadi ga bisa masuk perguruan tinggi, tapi aku mencoba untuk ke kuliah pariwisata swasta. Lanjutkan membaca “Anak Setan..!! Serial White Rose (5)”

Inilah Semestinya, Serial White Rose (4)


Apa kabar kakak sekalian.. gimana kabar hari ini? Pastinya penuh dengan semangat. Yuk kita lanjutkan kisah D5.

Kisah sebelumnya di masa SMP, masa neraka udah melebihi neraka saat itu, tapi saatnya naik kelas, kalo mau diceritakan rinci mungkin nanti ada di bab bab selanjutnya… tapi kali ini aku mau mengisahkan yang sederhana sederhana aja dulu, ga panjang panjang dulu. Ok.. karena aku dah naik kelas… berarti saatnya aku naik ke SMA. Dimana SMA dalah awal dari semua yang baru. Lanjutkan membaca “Inilah Semestinya, Serial White Rose (4)”

Menahan Diri, Serial White Rose (3)


Hai hai semua… aku D5 kembali lagi… aku bukanlah anak manja lagi saat ini. Tapi aku akan melanjutkan kisahku.

Kakak sekalian disaat aku memilih untuk mencoba selalu tersenyum, disanalah segalanya terjadi. Kelas 5 SD adalah awal dari semuanya. Mungkin aku terlalu cepat dewasa, harusnya aku bermain dengan kawan kawan dan sebagainya. Akan tetapi sejak sakitku mulai, aku tidak memiliki teman. Mereka mengganggapku merepotkan. Lanjutkan membaca “Menahan Diri, Serial White Rose (3)”

Sebuah Tragedi, Serial White Rose (2)


Hai hai.. kembali lagi denganku.. D5.. yeah… tapi maaf kakak… aku harus naik kelas.. masa di TK melulu… bosen kak… hehe…

Aku D5 sudah beranjak menuju bangku SD. Di sekolah aku terbilang anak yang pandai n pintar, kata orang tuaku aku rengking lo… hore… padahal aku lupa apakah rengking or ga.. hihi.. ikuti kata ortuku aja lah… di sekolah aku banyak sekali teman yang mendukungku untuk terus ceria. Walau ya kak.. aku bertanya tanya… teman yang baik itu seperti apa…? tapi sudahlah… yang penting aku memiliki teman dan disukai oleh banyak orang. Lanjutkan membaca “Sebuah Tragedi, Serial White Rose (2)”

Tak Hanya Diam, Serial White Rose (1)


Aku adalah D5, itulah inisialku. Aku ini masih kecil suka sekali bermain dengan banyak teman. Tak hanya satu atau tiga yang penting banyak sekali temanku. Kisahku penuh dengan canda dan tawa. Membawa semua perasaan yang riang, dari orang tuaku hingga teman temanku. Aku tidak bisa duduk diam dan hanya menunggu, apapun ingin aku lakukan.. semuanya deh… yang penting aku ga suka diam. Lanjutkan membaca “Tak Hanya Diam, Serial White Rose (1)”

Cerita Mawar #part 20 Tindak Lanjut Analisa Mimpi


Pada suatu hari terdapat seorang anak perempuan yang mengalami mimpi buruk. Kisah dalam mimpi buruk ini berisikan pengalaman buruk yang sangat membekas, dan anak ini mengalami ketakutan yang sangat hebat ketika ada trigger mengenai pengalaman tersebut. Anak ini pun menghubungi ayahnya yang sedang di luar kota (karena urusan kantor) melalui Line.

Anak: Papi aku mimpi buruk (emotikon nangis).

Ayah: Kenapa sayang, kamu mimpi apa? Ceritakan ke Papi dengan detil ya! Lanjutkan membaca “Cerita Mawar #part 20 Tindak Lanjut Analisa Mimpi”

Cerita Mawar #part 19 Plot Twist Mimpiku


Suatu hari ada seorang mahasiswa semester 4. Namanya Kenanga, ia sedang stress pada mata kuliah penelitian kuantitatif. Stress karena teman di kelompoknya ada yang sakit, dan ada yang sering berhalangan hadir. Tibalah pada hari UAS dalam bentuk lisan. Ujian ini membawa beban psikis, karena dosennya terkenal garang, horor banget suasananya. Namun hal ajaibpun terjadi. Dosen tersebut malah mengajak guyonan, canda tawa pun meliputi ruangan tersebut. Di ruang ujian itu ada juga teman-teman lain yang beda kelompok. Akhirnya setelah ujian Kenanga dan teman-temannya pun pergi bersama ke tempat perbelanjaan. Lanjutkan membaca “Cerita Mawar #part 19 Plot Twist Mimpiku”

Kala Psikolog ber Gosip, Apakah dapat menjadi sebuah Refleksi Profesional ?


Hari ini kami bergosip. Kami duduk melingkar ditemani teh hangat dan beragam cemilan ala grup arisan. Diantara tumpukan berkas dan buku-buku referensi, makanan itu seperti obat penenang bagi yang mulai pening kepala. Sebab ini bukan grup guyon dan gosip entertain biasa yang menyenangkan. Bukan sembarang gosip karena kepo atau mencari-cari urusan dalam negeri orang lain. Walaupun ada kesamaannya dengan gosip guyon dalam hal bahwa kami juga bisa ngakak sampai menangis miris. Sebab ini memang gosip diantara kawan-kawan profesional dalam rangka membahas kasus klinis yang serius. Ini bedah kasus di meja bundar di pandu profesor handal kebanggaan kami. Agak merinding mendengarnya, karena pembicaraan berisi kepahitan hidup dan dinamika manusia yang sedang berjuang untuk menjadi utuh dan sehat mental. Lanjutkan membaca “Kala Psikolog ber Gosip, Apakah dapat menjadi sebuah Refleksi Profesional ?”

Cerita Mawar #part 17 Insight, …. Mendapatkan Dukungan Sosial


Hari ini (24-2-2019) aku mendapatkan dukungan sosial, pencerahan tiba-tiba atau bisa juga dikatakan wangsit, dan memulai keberanian baru. Hal ini bermula pada khotbah di gereja dengan topik mencintai musuhmu, atau jka menggunakan bahasaku sendiri judulnya sayangi rivalmu apapun yang terjadi.Ya seperti biasa khotbahnya agak membosankan jika diawali dengan kisah tokoh alkitab dan kaitan antar kisah Alkitab. Kisah menariknya saat dikaitkan dengan kisah pembicara khotbah, kisah miris yaitu saudaranya (pemahamanku sepupu) yang dia sayangi, beri kemudahan,beri fasilitas, membantunya kerjasama profesi malah menikungnya, membuatnya mengalami kepahitan. Kepahitan ketika mengalami kerugian besar, utang rumah masih baru 2 tahun, bayi usia 2 bulan, jual mobil juga masih belum menutup kerugian. Entah kenapa tiba-tiba aku menangis saat mendengarnya. Mungkin hal ini terjadi karena mengingatkan aku kisah pengkhiatan di hidupku juga.

Pembicara saat itu hanya bisa duduk terdiam dan berdoa pada Tuhan, dan akhirnya titik nol atau titik nadir terjadi, akhirnya pembicara itu memilih pekerjaan lain dan memilih melayani Tuhan. Hal yang menarik adalah mengenai hukum kasih Allah yang terus dikumandangkan. Hukumnya meliputi kasih, berbuat baik, meminta berkat, dan berdoa kepada musuh atau orang yang telah menyakiti kita. Hal menariknya adalah jika kita mengalami kepahitan dan memilih membalas dendam, amarah dan sejenisnya, hasilnya akan renggutnya kedamaian.
Pembicara menyematkan kata-kata bahwa semakin dekat- semakin sakit, namun jika dalam hidup kita meminta kekuatan Tuhan maka hal itu (kepahitan) tidak akan ada apa-apanya. Bersyukur dan tetap berharaplah pada Tuhan. Cobaan dari Tuhan tidak akan melebihi kemampuanmu.

Hal agak tidak logis bagiku adalah bagaimana caranya membedakan musuh dari pemberian Tuhan, dalam artian memang Tuhan akan menempa kita melalui orang tersebut, atau memang benar-benar musuh. Ya tetapi menurutku anggap saja ini semua ujian hidup, apakah Anda tetap berada di dalam jalan kebenaran atau jalan Tuhan, iman tetap oke, dan sejenisnya.

Topik mencintai musuh ini mengingatkan aku pada kegelapan hubunganku dengan seorang teman dekatku di perkuliahan, dan juga beberapa orang yang hubunganku mengenai pendampingan psikologis (termasuk pemilik web ini). Ya intinya aku dulu pernah dekat dengan seseorang dan terjadi keributan luar biasa, aku meminta bantuan pada pendamping psikologisku malah aku dikatakan berbohong, saat aku mencari pendamping psikologis lain malah aku merasa seperti dipaksa untuk melakukan menulis semua kisahku, membaca kitab suci bahkan buku. Aku merasa keberatan dengan pengambilan buku tersebut karena bagiku ini privasi, aku tipe orang yang ganti buku tiap bosan menulis, misal satu buku satu kisah (3 halaman dari 38 halaman). Aku kembali kepada pendamping psikologisku pertama dan bercerita akan hal ini, hasilnya malah membuat aku marah abadi, dan aku memilih untuk faking good misalnya cerita sedih tapi ekspresi senang, dan pastinya banyak menyangkal, dampak fatal dari faking good ini adalah masalahku tidak terselesaikan segera.

Masalahku dengan pendamping psikologisku baru bisa selesai sekitar 5 bulan kemudian, dan aku mulai kembali menjadi diriku sebenarnya, akhirnya masalahku mulai terselesaikan bertahap sekitar 2 hingga 5 bulan kemudian. Untungnya aku memiliki buku mengenai tutorial kedamaian psikologis yang meliputi topik: masalah emosi, syukur, memaafkan, self improvement. Aku sementara ini cukup baca, tulis materi yang menarik, dan jika emosi atau pikiran negatif muncul maka baca ulang, walaupun itu tidak benar-benar efektif.

Hal konyol adalah entah kenapa saat pembicara khotbah berkata cobaan dari Tuhan tidak akan melebihi kemampuanmu, seketika aku seperti melihat pendamping psikologisku persis di depan mataku. Jika aku mengingat pendamping psikologisku maka tidak lama aku mengingat perkataan pemilik web ini “semua ada waktunya”.

Aku tidak tahu apa rencana Tuhan memberikan aku pendamping psikologis yang: HUT sama dengan aku, suka cari kabar aku ke dosen waliku (pemahamanku adalah beliau tidak mau menganggu aku karena beliau berkata demikian), suka beri reward bentuk pujian (ini tidak ngefek banyak karena aku anggap ini gombalan, dan juga sudah jadi tugas profesional memberi demikian), terkadang bisa digoda sampai aku terbahak-bahak, terkadang juga nyebelin sampai aku ingin mengusir/ meninggalkan beliau tapi gak bisa.

Bagiku saat ini cukup pahami situasi saja, bertindak sesuai norma di bumi, dan percayalah akan ada hal luar biasa di masa depan apapun itu.

bersambung……

Sebut saja Namaku Mawar

*Tulisan di atas merupakan proses konseling lanjutan. Dasar Pemikiran Terapi Menulis ini adalah  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu