Tips Menulis agar Menarik dari Seorang Sutradara ( Sutradara terkenal,… lho! )


Tulisan ini terpancing oleh beberapa tulisan yang ditulis temen-temen Mahasiswa UIN Semarang, setelah bertemu Mas Iswadi Pratama, Sutradara Pementasan Srinthil di Teater Arena Taman Budaya Surakarta pada tanggal 3 Juli 2019 lalu. Mereka menulis memang untuk Artikel di majalah (online) kampusnya. Lanjutkan membaca “Tips Menulis agar Menarik dari Seorang Sutradara ( Sutradara terkenal,… lho! )”

Aku Bisa Mengekspresikan Diri Aku


“Banyak orang yang ingin belajar menulis, tapi tidak sedikit juga yang merasa bingung..mau mulai menulis dari mana?”
_

Belajar menulis merupakan keinginan aku sejak lama. Kalau ditanya mau menulis apa?
Yachh…menulis apa saja yang sekiranya bermanfaat bagi orang banyak; bisa berupa puisi, kata-kata mutiara, cerpen, cerber atau pun novel; sifatnya bisa menghibur atau pun berbagi kisah dan pengalaman; walaupun tidak selalu tentang aku, namun setidak-tidaknya dapat memberi pembelajaran maupun inspirasi bagi uang membacanya.

Kalau dibayangkan… sepertinya menyenangkan kalau kita bisa menulis. Kalau dibayangkan lagi…seketika jadi bingung mau mulai menulis dari mana yaa??

Nah…pertanyaan di atas memotivasi diri aku. Bisa dengan lebih rajin membaca tulisan orang-orang di media sosial, buku-buku, novel-novel, dan sebagainya.

Kenapa ya mereka bisa menulis sampai panjang kali lebar, bahkan ada yang detail?

Bagaimana caranya mereka menentukan tokoh, setting, dan sebagainya?

Akhirnya aku malah jadi pusing sendiri. Dan…jadilah tulisan singkat ini…hehehe…

Lanjut…jadi mikir lagi…apa ya manfaatnya aku nulis ini?

Hmm…mungkin belum ada manfaat yang berarti buat orang lain. Tapi setidaknya, aku bisa mengekspresikan isi hati aku, bisa tersenyum baca tulisan aku sendiri yang notabene asal tulis dan aku yakin ini bisa jadi motivasi aku untuk belajar menulis dengan lebih baik.

Dan…yang lebih penting lagi, tulisan ini tidak mengganggu atau pun menjelekkan orang lain.

#pureaboutme
#murnitentangmenulis
#tetapsemangat
#terusbelajar
#janganlupabahagia
#salahsatutempatternyamandisudutrumah
#8102018

 

Putu Kaltim

Menulis Buku : Ide 1 Persen, Selanjutnya 99 Persennya Kerja Keras


Sabtu, 29 September 2018, Aku ikut seminar yang diadakan oleh Keluarga Alumni Gadjah Mada, KGM, mengenai bagaimana Menulis Buku. Ada beberapa hal penting yang ingin aku catat dan aku bagikan dalam mengikuti acara itu. menurutku ini berguna untuk menulis buku atau pun untuk berkarya atau membuat Produk yang akan dijual.

Penceramah mengungkapkan 3 hal penting dalam menulis buku, yaitu : Lanjutkan membaca “Menulis Buku : Ide 1 Persen, Selanjutnya 99 Persennya Kerja Keras”

Ternyata Menulis tidak Semudah kata katanya,…


….jadi akhirnya begini,…

Menulis yang kupelajari dari teori teori,..tak juga menghasilkan tulisan yang dapat dibaca khalayak,..
menulis yang diajarkan oleh para penulis,…juga belum menghentak semangatku untuk membuat tulisan,…
Aku merasa terlalu pandai dalam membuat alasan untuk tidak menghasilkan tulisan,…

Apakah aku malas,…?

hmmm mungkin,…

Aku merasa ide selalu ada,..bahkan seperti tidak ada habisnya,…dalam tiap perjalanan selalu muncul ide yang bisa dituliskan,…
lalu apa masalah nya?
Cukup lucu,….saat tepat di depan jajaran huruf di keybord,…ide-ide itu berdesakan ingin segera muncrat,…lalu …jadinya cepretan-cepretan yang aku sendiri kesulitan untuk menangkap maknanya.
Jadi sepertinya aku tidak begitu malas lah,…

Boleh jadi aku takut,…ya…takut lebih tepat.

Aku takut tulisanku,..dianggap jelek,..tidak jelas,…dan hanya menjadi sampah saja,…

Aku merasa cara berpikirku unik, (ga mau kalau dianggap ngawur)..Banyak teman mengatakan, saat aku mengutarakan ide secara lesan,…omonganku susah untuk dimengerti,…(apalagi kalau jadi tulisan)

Nah,..disini aku ingin membela diri,….
Aku tidak suka berbicara atau ngomong apa kata orang, atau berdasar teori-teori orang lain saja,…Aku sering menambahkan dengan pemikiranku sendiri, juga aku gabungkan dengan teori teori yang lain. Sering juga dalam memaparkan omonganku, Aku menyatakan hal-hal yang bertentangan. Aku bisa menerima sebuah kontradiksi, namun banyak temen menjadi kesulitan dalam menangkap maksudku,…(anggap saja begitu,…) 😀

Aku merasa bahwa ….ach….sudah lah ini cukup jadi tulisan,…sebagai pembatalan kewajibanku, (hari ini) ….memaksa diriku untuk menulis tiap hari,…

terima kasih bila ada yang bersedia memberi saran,….

13 Cara untuk Menulis Dialog Lebih Baik


Dialog ini sangat penting untuk sebuah cerita, dan penulis terbaik tahu bagaimana menggunakan ini untuk mendapatkan keuntungan.
Tentu, Anda bisa berdebat “tidak ada aturan untuk menulis,” tetapi dengan menggunakan tips ini untuk menulis dialog yang lebih baik. Anda akan didorong menjadikan adegan Anda terasa lebih dinamis, karakter Anda tumbuh, dan cerita menawan hati. Lanjutkan membaca “13 Cara untuk Menulis Dialog Lebih Baik”