Cerita Hari Ini Bersama Mahasiswa Relawan Sosial


Ceritanya aku ingin tahu apa yang dibutuhkan kawan kawan mahasiswa relawan sosial agar lebih dapat berkontribusi dan lebih banyak belajar dari pengalamannya. Informasi ini akan kugunakan untuk menyusun Program Magang, Proses Pembelajaran Kontekstual Berbasis Proyek.

Adalah relawan Yogyakarta Mengajar yang bermarkas di rumah Ijo, yang juga Kantor LKS Indriyanati yang aku tempati. Hari ini mereka berkumpul katanya mau mengadakan rapat, namun yang datang hanya sebagian sehingga pertemuan diisi dengan bermain UNO Batang. Aku bergabung meminta kesediaan mereka untuk memberikan informasi perihal kebutuhan mereka agar menjadi lebih optimal sebagai relawan sosial. Lanjutkan membaca “Cerita Hari Ini Bersama Mahasiswa Relawan Sosial”

Serasa Telah Menjadi Agen Generasi yang Turut Mewarnai Peradaban


Aku yang lahir awal 70-an, masih bisa dianggap Generasi Y, dan jelas masuk dalam kategori Urban Digital. Awalnya belajar menulis di papan tulis dengan kapur, sekarang dapat belajar dari berbagai belahan dunia sambil asyik ngemil di dapur.

Aku juga dapat menyebut diriku Generasi 90-an, yang mengalami perubahan secara bertahap perkembangan teknologi informasi digital. Dalam berkomunikasi jarak jauh, dari lewat telpon koin dengan hanya bicara, sekarang sudah dapat dengan video call saling bicara dan bertatap muka secara bersama. Lanjutkan membaca “Serasa Telah Menjadi Agen Generasi yang Turut Mewarnai Peradaban”

Proposal Psikodrama untuk Mahasiswa Psikologi, Psikolog, dan Praktisi Terapi Kelompok


I. Pengantar

Psikodrama adalah Metode Tindakan (Action Method), sering digunakan sebagai psikoterapi, di mana klien menggunakan dramatisasi spontan, bermain peran, dan presentasi diri yang dramatis untuk mengungkapkan dan mendapatkan wawasan tentang kehidupan mereka.

Psikodrama dikembangkan oleh Jacob L. Moreno, seorang psikiater, psikososiologis sekaligus pendidik Amerika kelahiran Rumania. Ketika tinggal di Wina pada awal 1900-an, Moreno memulai sebuah teater improvisasi, Stegreif theater, the Theatre of Spontaneity, di mana ia merumuskan bentuk psikoterapi yang disebut psikodrama, yang menggunakan dramatisasi improvisasi, permainan peran, dan terapi lainnya, menggunakan ekspresi dramatis yang memanfaatkan dan melepaskan spontanitas dan kreativitas kelompok dan anggota individualnya. Lanjutkan membaca “Proposal Psikodrama untuk Mahasiswa Psikologi, Psikolog, dan Praktisi Terapi Kelompok”

How to Manage Energy dalam Proses Workshop dengan cara Psikodrama.


Energi adalah rasa pengerak, dalam hal ini aku setarakan dengan istilah Impuls. Aku mendapatkan sebuah pemahaman dari Kelas Akting yang diselenggarakan oleh Komunitas Salihara Jakarta, dan difasilitasi oleh Iswadi Pratama, seorang Sutradara dari Teater Satu Lampung.

Beliau mengungkapkan bagaimana proses yang terjadi pada diri Aktor. Seorang aktor wajib memahami dan menyadari Impuls nya, sebagai dasar dalam berakting di atas panggung. Aktor perlu mengetahui dari mana Impuls tersebut berasal. Selanjutnya perlu juga memahami impact, tujuan, dampak dari tindakannya. Sehingga menjadi penting dalam mengekpresikan Impuls sesuai dengan kebutuhan. Lanjutkan membaca “How to Manage Energy dalam Proses Workshop dengan cara Psikodrama.”

Role Playing adalah Bentuk Utama dalam Praktek Psikodrama.


Masih banyak orang yang belum memahami Psikodrama, (baca Landasan Teori Psikodrama )karena memang relatif baru istilah ini masuk ke Indonesia, itu pun masih sebatas di kalangan Psikologi dan Bimbingan Konseling. Istilah Psikodrama masih belum dikenal luas di masyarakat umum. Maka tulisan ini mencoba memberikan pemahaman singkat agar mudah dipahami. Lanjutkan membaca “Role Playing adalah Bentuk Utama dalam Praktek Psikodrama.”

PANDUAN TRAINING BERDASAR DRAMA


Seorang karyawan mengaku kepada manajernya bahwa rekan-rekan kerjanya mengiriminya ofensif e-mail. Seorang sales representative, Afrika-Amerika pertama yang bekerja di tenaga penjualan serba putih (kulit putih), mengatakan kepada manajer bahwa dia ingin mengajukan keluhan EEO. Situasi rumit seperti ini merupakan tantangan sehari-hari di lingkungan perusahaan saat ini.  Misalnya: keterampilan dalam menangani topik hangat seperti keragaman di tempat kerja, pelecehan seksual, dan kekerasan di tempat kerja naik ke posisi utama dalam ukuran keberhasilan kepemimpinan, serta ” people skills ” mendapatkan kredibilitas dan kewibawaan. Seandainya paradigma strategis lebih daripada reaktif, dinamika manusia adalah untuk mengubah pemikiran kita, maka paradigma baru untuk pelatihan harus mengantar pada perubahan. Lanjutkan membaca “PANDUAN TRAINING BERDASAR DRAMA”

Membebaskan Jiwa yang Terpenjara, Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Blitar


Aku masih ingat ketika aku dan teman-teman mahasiswa seangkatan mengikuti workshop psikodrama bersama Pak Retmono Adi di Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret. Pada saat itu aku berhasil untuk merasakan berbagai gejolak emosional pada diriku. Mulai dari senang, sedih, gembira, murung, syukur, kecewa, dan tentunya lelah. Ternyata psikodrama jauh lebih melelahkan dari yang kukira. Namun di samping berbagai perasaan yang telah kusebutkan tadi, yang paling dominan adalah perasaan bahwa: aku bebas—atau setidaknya, aku merasa ingin membebaskan diriku. Aku ingin membebaskan jiwaku. Lanjutkan membaca “Membebaskan Jiwa yang Terpenjara, Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Blitar”

Seberapa GREGETnya Kamu, Penerapan Psikodrama untuk Anak Milenial


Minggu siang yang cerah, Hari ini diminta mengisi Upgrading dengan teknik Psikodrama di komunitas “Koalisi Pemuda Hijau Kaltim” Tema hari ini mengenai Team Building. Saya ingin berbagi mungkin akan ada inspirasi dari cerita proses psikodrama ku hari ini.

Aku memulai Psikodrama hari ini dengan PERKENALAN, karena sedang berhadapan dengan anak anak muda milenial jadi di sesi perkenalan kali ini saya memilih tema “SEBERAPA GREGETNYA KAMU” (Aku memilihnya karena ini istilah yang lagi hitz dikalangan anak anak milenial dan tentu ini membuat suasana jadi cukup hangat dan lucu), jadi waktu perkenalan masing masing peserta harus membuat gerakan atau kalimat yang mengambarkan dirinya yang paling GREGET, di sesi ini sudah mulai terlihat mana yang peserta yang ekspresif, lucu, PD, berani, kreatif maupun yang malu malu.
Lanjutkan membaca “Seberapa GREGETnya Kamu, Penerapan Psikodrama untuk Anak Milenial”

Psikodrama Melatih Saya Menjadi Wanita Berani….


Hallo…
Perkenalkan Saya Putri,
Saya seorang pengajar yang kurang lebih sudah 5 tahun bekerja sebagai guru. Saya menjadi guru karena impian saya memiliki sebuah ruang kreativitas anak-anak dengan beragam kreasi yang dapat dibanggakan.
Dan Alhamdullillah saya mendapatkan pelatihan khusus di tempat kerja saya yang sekarang, bernama Creativkids Tebet, Jakarta Selatan.
Saya beruntung diberikan pelatihan khusus oleh Owner saya pelatihan ini disebut “PSIKODRAMA”. Awal mula, saya takut apa itu Psikodrama apakah itu hal magic atau tes kepribadian tertulis lainnya?? Adanya rasa penasaran, saya mencari tahu dari youtube maupun media sosial lainnya, karena ini hal baru bagi saya. Lanjutkan membaca “Psikodrama Melatih Saya Menjadi Wanita Berani….”

Psikodrama untuk Pelatihan Leadership Ki Hadjar Dewantara


Ing Ngarsa Sung Tuladha – di Depan memberi contoh
Ing Madya Mangun Karsa – di tengah melengkapi dan memberi kontribusi
Tut Wuri Handayani – di belakang mendorong dan melengkapi

Pelatihan ini untuk melatih dengan berpraktek Kepemimpinan berdasar Ki Hadjar Dewantara, durasi nya 16 jam, atau 2 hari kerja. Lanjutkan membaca “Psikodrama untuk Pelatihan Leadership Ki Hadjar Dewantara”