Memberikan Bimbingan Menggunakan Psikodrama di Medan


Hari Minggu di akhir bulan September ini benar-benar penuh dengan kegiatan. Meskipun keliru dalam mengagendakan kegiatan, tapi akhirnya semua berhasil dijalankan dengan tekad dan keyakinan bahwa semua akan berjalan lancar. Setelah dua hari mendampingi guru saya dalam kegiatan seminar dan workshop di dua kota kecil yang berjarak beberapa jam dari Kota Medan, pagi minggu ini kami kembali ke Medan. Setelah menurunkan Pak Guru di Airport, segera saya bergegas untuk pulang ke rumah mempersiapkan diri untuk memberikan bimbingan pada adik-adik penerima beasiswa Pelangi dari INTI Medan. Lanjutkan membaca “Memberikan Bimbingan Menggunakan Psikodrama di Medan”

Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial untuk Anak-Anak dengan Psikodrama: Ketakutan itu Ilusi, Resiko itu Nyata.


Teknik Psikodrama sculpture (bikin patung)
Properti : selendang/alat2 kecil (bola, kayu pendek, dll)
Tempat : Halaman, Lapangan, atau ruangan kosong
Durasi : 2-3 jam

Beberapa hari yang lalu, saya dikontak oleh rekan Relawan Bencana Merapi, untuk diminta terlibat dalam penanganan Trauma Anak-anak di Taman Kanak-kanak yang berada di Lereng Merapi. Informasi yang didapatkan Anak-anak banyak yang sudah biasa ditinggal sendiri oleh orang tuanya, setelah kejadian Letusan Freaktik Merapi, menjadi ingin selalu ditunggui orang tuanya. Lanjutkan membaca “Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial untuk Anak-Anak dengan Psikodrama: Ketakutan itu Ilusi, Resiko itu Nyata.”

Catatan Dinamika Emosional “Bermain” Psikodrama


Sebelum membahas lebih dalam, saya ingin mengungkapkan terlebih dahulu bahwa saya belum pernah sama sekali mengetahui metode Psycho Drama yang dapat dipakai untuk treatment dalam dunia psikologi.

Pada dasarnya, dalam penerapan psikologi memiliki banyak terapan yang dapat dipakai untuk penanganan terhadap bantuan kepada klien. Psycho Drama menjadi jawaban yang sangat praktis namun dapat menggali intens-nya trauma atau dengan kata lain rasa yang kurang nyaman dalam diri (inner seseorang).

Awalnya, saya bertanya apakah dengan metode sesederhana ini dapat memunculkan keadaan diri yang mempresentasikan luka yang telah di-repress? Akhirnya, terjawab sudah dari segala sesi peran yang distimulasikan kepada setiap peserta yang sedang mengikuti pelatihan. Lanjutkan membaca “Catatan Dinamika Emosional “Bermain” Psikodrama”