Pada Semesta Aku Bicara, Refleksi setelah Psikodrama Online


Pada semesta aku bicara. Pada ruang-ruang sepi, terperangkap dalam ketidakberdayaan diri. Sebetulnya banyak yang bisa dinikmati. Bila saja kita semua diberi kesempatan untuk memahami.

“Akhiri dulu saja pertanyaanmu. Kalau kau terus banyak bertanya, nggak akan ada habisnya. Nggak setiap pertanyaan harus terjawab sekarang,” ujar Pak Didik ditelepon saat sesi belajar psikodrama seminggu yang lalu. Lanjutkan membaca “Pada Semesta Aku Bicara, Refleksi setelah Psikodrama Online”

Obrolan Santai Mengenai Assesmen Kompetensi Integritas


Beberapa waktu yang lalu, temenku mempresentasikan desertasi Doktoralnya via online, mengenai Autentik Organisasi, yang dilanjutkan dengan obrolan santai di WAG. Kebetulan waktu Ujian Desertasinya aku hadir, namun saat presentasi online (setelah beliau dinyatakan lulus) aku tidak dapat mengikuti karena ada mengisi even online di waktu yang sama.

Lanjutkan membaca “Obrolan Santai Mengenai Assesmen Kompetensi Integritas”

Penting Melakukan Terlebih Dulu, agar Tidak Menyesal di Kemudian Hari


Tadi malam kami bertiga bertemu, Aku, Antok, dan Danis. Aku dan Antok berdomisili di Yogyakarta, sementara Danis di Tangerang Selatan. Danis bersama sekeluarga ke Yogyakarta untuk mengantar anak sulungnya yang akan mulai kuliah di Fakultas Teknik UGM Yogyakarta. Danis meluangkan waktunya untuk Reuni kecil bersama kami kawan lama di Fakultas Psikologi UGM, di Kopi TM Jakal. Lanjutkan membaca “Penting Melakukan Terlebih Dulu, agar Tidak Menyesal di Kemudian Hari”

Pandangan Kritis Psikologi Positif, Prakata Buku Psikologi Holistik


Buku ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang psikologi manusia dalam istilah yang jelas, dan menghindari istilah yang tidak perlu. Ini adalah lebih pada person-centered daripada  ‘technically’ oriented dan memberikan kerangka acuan merangkul untuk membantu dalam mengintegrasikan pemahaman pribadi dari diri sendiri dan orang lain.

Asumsi dasar psikologi Barat modern adalah menafsirkan ulang secara kritis dan dibawa ke perspektif holistik dan universal, salah satu bagian yang dikembangkan di Vedanta. Menyatakan ‘lower’ psikologi menangani sebagian besar dengan pengkondisian tubuh, keinginan egois, penyakit psikis, dan terutama yang berorientasi masa lalu, dan ‘higher’ psikologi lebih berfokus pada kesehatan psikis, kesadaran, potensi maksimal manusia dan tantangan pengembangan pribadi dan spiritual. Lanjutkan membaca “Pandangan Kritis Psikologi Positif, Prakata Buku Psikologi Holistik”