Belajar Menemukan Value Cinta dengan Psikodrama Lewat Telepon (Bagian Tiga)


Aku termenung cukup lama sambil membawa secangkir teh hijauku yang sudah kosong. Aku ndomblong sambil mengamati kucing kakakku yang gemuk sedang tidur pulas tidak jauh dariku. Aku seperti orang yang sedang syok entah kenapa aku tidak tahu. Jantungku berdebar agak kencang seperti saat aku presentasi di depan dosen. Aku belum terbiasa membicarakan kehidupan pribadiku dengan seseorang yang usianya jauh di atasku yang masih belum begitu kukenal dengan baik. Lanjutkan membaca “Belajar Menemukan Value Cinta dengan Psikodrama Lewat Telepon (Bagian Tiga)”