6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #02


sambungan dari : 6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #01

Kedewasaan emosional bukanlah sesuatu yang Anda miliki sejak lahir; itu adalah sesuatu yang perlu Anda usahakan.

Tidak semua orang akan mengambil keuntungan dari situasi untuk belajar tentang kedewasaan emosional mereka sendiri, tetapi bagi mereka yang cukup beruntung untuk memperhatikan dan membuat sebagian besar situasi itu, perubahan dapat terjadi.

Kedewasaan emosional berarti Anda berpikir sebelum bertindak, meluangkan waktu untuk berhenti sejenak, dan bertanya-tanya tentang dunia pada umumnya – alih-alih berpikir bahwa Anda sudah tahu semua yang perlu diketahui tentang diri Anda, orang lain, dan dunia di sekitar Anda.

Berikut adalah 7 (tujuh) cara Anda bisa menjadi lebih dewasa secara emosional. Lanjutkan membaca “6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #02”

Program Mari Peduli Biaya Pendidikan Anak LKSA Indriyanati


Aku sekarang mengelola Lembaga Kesejahteraan Sosial di D.I. Yogyakarta, yang fokus pada Anak dan Perempuan, nama lembaga nya Indriyanati, yang berarti Perempuan yang bertekad baja. Lembaga ini telah aktif sejak akhir tahun 90an. Telah banyak kawan yang berproses belajar bersama, dan sekarang sudah banyak “alumni” yang tersebar ke berbagai tempat.

Hari ini kedatangan “dedengkot”nya, Mr Kelex,  (nama panggilan beken-nya) dulu waktu masih Mahasiswa Psikologi Gadjah Mada, telah merintis dan mengawal hingga lebih dari 10 tahun. Sekarang sudah berkarya dan domisili di Jakarta bersama keluarganya.

Sebenarnya Beliau sudah rutin untuk silaturahmi, namun kali ini terasa istimewa dengan obrolan yang terjadi. Beliau memberikan saran program yang menarik, yaitu mengumpulkan dana untuk biaya sekolah anak-anak yang menjadi anggota keluarga besar Indriyanati.

Programnya mirip dengan orang tua asuh. Kawan-kawan Alumni yang sudah memiliki penghasilan serta mapan secara ekonomi, diajak untuk peduli dan bersedia memberikan sumbangan sebagai tambahan biaya pendidikan Anak-anak, hingga lulus SLTA. Besaran sumbangannya sukarela, dan waktu memberikannya juga tidak ditentukan. Dana tersebut langsung ditranfer ke rekening anak dan pemanfaatannya dalam monitoring Lembaga Indriyanati (teknis detailnya dapat didiskusikan).

Usulan ini terasa tepat, sudah satu tahun ini Indriyanati, memonitor dan mendampingi Pemanfaatan Dana Program TASA (Tabungan Sosial Anak), Anak-anak memiliki Tabungan sendiri, yang dana nya awal diisi oleh Pemerintah (Kemensos/Dinsos) untuk peningkatan Gizi dan Sanitasi juga untuk keperluan Sekolah. Nah,…dengan anak sudah memiliki tabungan maka ..klop dah,…:-)

Indriyanati akan menginformasikan data anak yang membutuhkan bantuan biaya sekolahnya kepada calon orang tua asuhnya. Bahkan jika dirasa lebih baik, Orang tua asuh dapat berhubungan langsung dengan anak asuh dan orang tua aslinya. Setiap terima raport, hasilnya diinfokan ke orang tua asuh.

Program ini juga terbuka bagi siapa saja yang ingin terlibat membantu, dengan menghubungi langsung Pengurus Indriyanati. Informasi bisa melihat di page Facebook  Indriyanati atau di IG @indriyanati silahkan diikuti.

Demikian semoga menjadi berkah bagi semua.

 

Yogyakarta, 18 Juni 2019

Retmono Adi

Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama, #Tulisan 13 Aplikasi Lebih Lanjut dari Konsep Tele


Aplikasi Lebih Lanjut dari Konsep Tele

 Salah satu tujuan Moreno adalah untuk memungkinkan tele (hubungan baik) untuk beroperasi lebih banyak dalam organisasi hubungan formal maupun informal, sehingga orang yang menikmati satu sama lain dalam perkumpulan  atau saling melengkapi keterampilan masing-masing dapat memilih untuk bekerja pada proyek kelas, seperti mitra laboratorium, atau dalam tim di pekerjaan mereka. Teman sekamar di asrama, anggota komite, dan pengelompokan lainnya harus ditugaskan berdasarkan preferensi yang mereka tentukan sendiri dan bukan berdasarkan kriteria sewenang-wenang yang dipaksakan oleh mereka yang bertanggung jawab. Lanjutkan membaca “Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama, #Tulisan 13 Aplikasi Lebih Lanjut dari Konsep Tele”

Kau Kawin, Beranak dan berbahagia


…..kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros
Dikutuk-disumpahi Eros….

Terinspirasi dari bait Puisi nya Chairil Anwar, ada pada satu masa di tahun 90an, saat aku masih sebagai mahasiswa, memberikan saran pada Yunior kami, di Keluarga Rapat Sebuah Teater.

Demikian aku menyarankannya : Lanjutkan membaca “Kau Kawin, Beranak dan berbahagia”

Sensi dan Baper menjadi Modal Awal untuk Belajar Empati dengan Mengolah Memori Emosi


Sekolah lebih banyak mengajarkan pengetahuan yang mengolah pikiran, sesuatu yang penting dalam membangun bekal untuk menjalani kehidupan. Telah banyak contoh penemuan hebat dari hasil mengolah pikiran ini. Teknologi Informasi, 4.0, Hape, internet, AI, adalah capaian capaian yang belum pernah ada sebelumnya.

Sekarang saatnya  mengolah Rasa juga. Bagaimana pun adanya Rasa, pastilah memiliki guna. Puncak dari kemampuan merasa adalah Empati, dan lembah dari kemampuan merasa adalah Baper terlalu Sensi. Masyarakat umum lebih sering menghindari rasa ini, karena fokus pada kondisi yang di Lembah (Baper terlalu sensi), bahkan mengusahakan jika mungkin untuk tidak berurusan dengan Rasa. Sebuah konsekuensi dari terlalu fokus mengolah pikiran sehingga mengabaikan berkah Rasa ini. Rasa juga merupakan anugerah yang perlu diolah agar mampu berfaedah.

Bagaimana mengolahnya? Lanjutkan membaca “Sensi dan Baper menjadi Modal Awal untuk Belajar Empati dengan Mengolah Memori Emosi”

Haruskah Ranking I untuk menjadi Istimewa dan Bahagia ?


Era saat ini sudah tidak tepat untuk berkompetisi, Era sekarang saatnya berkolaborasi, kerjasama dan bersinergi. Sistem Ranking memacu tiap siswa berkompetisi untuk menjadi juara dengan mengalahkan siswa lain.

Sudah banyak kejadian bahwa yang dulu pernah ranking satu setelah dewasa dan menjalani kehidupan nyata, prestasinya tidak dapat dibedakan dengan yang tidak menduduki ranking. Lanjutkan membaca “Haruskah Ranking I untuk menjadi Istimewa dan Bahagia ?”

Tele sebagai Dasar Alasan untuk Pemilihan Jenis Hubungan (Jodoh) #Tulisan 07 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama


Alasan-alasan untuk Pilihan

Perihal Timbal balik, seperti yang disebutkan, hanyalah salah satu dari banyak faktor yang berkontribusi terhadap tele atau rasa dalam suatu hubungan. Variabel lain termasuk yang berikut: Lanjutkan membaca “Tele sebagai Dasar Alasan untuk Pemilihan Jenis Hubungan (Jodoh) #Tulisan 07 Fenomena Tele : Dinamika Hubungan yang Ajaib dalam Proses Psikodrama”