Apakah Aku Bersedia Belajar dari Yang Lebih Muda ?


Wow,… pertanyaan reflektif yang menarik !

Ada ungkapan dalam bahasa Jawa yaitu Kebo Nyusu Gudel. Ungkapan yang sedikit menghinakan yang ditujukan pada orang tua yang belajar dari anaknya. Orang tua yang dianggap tidak memiliki pengetahuan/kemampuan yang cukup sehingga bergantung hidup pada anaknya. Padahal secara fisik dan mental masih terlihat bugar.

Sekarang perkembangan teknologi informasi begitu pesat. Perkembangan yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Baik kehidupan sosial maupun psikologis bahkan spiritual. Lanjutkan membaca “Apakah Aku Bersedia Belajar dari Yang Lebih Muda ?”

5 Manfaat Penerapan Psikodrama sebagai Metode Belajar


Bagi para pengajar, guru, trainer atau pun pendamping komunitas. cobalah menerapkan metode psikodrama dalam proses pembelajaran dan dapatkan beberapa keunggulan dibandingkan dengan cara belajar konvensional selama ini.

Berikut adalah beberapa manfaat yang akan didapatkan dengan menerapkan metode psikodrama 

1. Mendapatkan kegembiraan dalam belajar

Semua peserta diajak terlibat, berinteraksi mengungkapkan diri dalam belajar dengan metode psikodrama ini. Suasana dibangun boleh salah, agar berani dalam bereksplorasi tindakan. Makin banyak membuat kesalahan berarti makin banyak belajar, tidak pernah salah berarti tidak pernah belajar. Sering dalam berinteraksi terjadi hal hal yang tidak terduga, spontan dan menimbulkan kelucuan dan kegembiraan. Suasana belajar lebih menyenangkan. Setiap permainan memiliki tujuan dan saling berkaitan dalam mengeksplorasi materi pelatihannya.

2. Dapat dilakukan dimana saja

Keseluruhan proses dilakukan dengan bertindak, aktif bergerak, peserta tidak perlu menulis. Mereka diajak untuk berbagi, saling bercerita, berdialog, bergerak dan bermain. Kegiatan tersebut dapat dilakukan di mana saja, baik di ruang kelas tertutup atau pun di luar ruangan. dapat di dalam aula gedung, dapat pula di lapangan terbuka. Proses belajar dapat dilaksanakan di mana saja.

3. Dapat dilakukan dalam kelompok yang heterogen

Proses belajarnya dengan berinteraksi sehingga heterogenitas malah dapat memberi peluang eksplorasi. Kelompok dapat dicampur dari berbagai kriteria untuk tujuan tertentu. Perbedaan umur dapat disatukan untuk belajar menghargai perbedaan kebutuhan. Perbedaan etnis digabungkam untuk menghargai keberagaman. Perbedaan keyakinan diajak bermain bersama untuk belajar toleransi. Semua orang dari berbagai kelompok dapat dipastikan senang bermain. Sejauh sudah dapat berinteraksi, permainan dapat dilakukan dan proses belajar dapat terjadi.

4. Mendukung cara berpikir tingkat tinggi (HOTS)

Belajar dalam Ranah kognitif yang dikemukakan Bloom direvisi oleh Lorin Anderson, David Krathwohl, dkk. pada 2001. Urutannya menjadi (1) mengingat (remember); (2) memahami (understand); (3) mengaplikasikan (apply); (4) menganalisis (analyze); (5) mengevaluasi (evaluate); dan (6) mencipta (create).

Tingkatan 1 hingga 3, sesuai konsep awalnya, dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS). Sedangkan butir 4 sampai 6 dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTSHigh Order Thingking Skill ).

Tertulis di atas bahwa salah satu hal yang menunjukkan hasil dari HOTS adalah kemampuan mencipta. Psikodrama adalah Drama Spontan, melakukan Akting secara spontan dan otentik. Iswadi Pratama Sutradara Teater Satu Lampung, di BUKU SAKU AKTOR, mengungkapkan bahwa akting adalah mencipta, Bahan, Alat, dan hasil karyanya adalah diri sendiri. Tidak seperti seniman di bidang lain, aktor/aktris adalah pencipta sekaligus materi dan instrumen (alat), dan hasil ciptaan (karya), semuanya menyatu dalam diri sendiri. berdasarkan pernyataan Iswadi itu maka belajar dengan metode psikodrama adalah belajar cara berpikir tingkat tinggi (HOTS)

5. Hidup tidak akan sama lagi

Psikodrama adalah Eksplorasi Tindakan menurut Adam Blatner. Eksplorasi Tindakan, juga mengeksplorasi Rasa dan Pikiran. Peserta diajak masuk ke Surplus Reality, menjelajahi kemungkinan tanpa batas, melakukan tindakan yang belum pernah dilakukan, mengungkapkan perasaan yang terpendam, serta berpikir dari berbagai sudut pandang. Kesemuanya menghasilkan kesadaran baru. Peserta memiliki cara pandang baru terhadap dirinya, sehingga mampu melihat dari cara yang berbeda.

Dramakan saja impianmu. Otak sesungguhnya tidak membedakan impian dengan realitas. Tetapi saat impianmu dibentuk dalam drama. Kenyataanlah yang sedang dihadapi saat ini dan di sini. Psikodrama melampauinya ruang dan waktu, menghadirkan masa lalu atau masa depan dalam kesadaran yang utuh dan real. (Iip Fariha)

Proses Akting, melibatkan tiga instrumen psikologi yaitu kognisi, afeksi, dan psikomotorik. Selaras dengan metode Psikodrama melibatkan tiga instrumen, Pikiran, Rasa dan Tindakan. Peserta dalam bereksplorasi diajak untuk bertindak, dilanjutkan untuk merasakan tindakan itu. Perasaan itu disadari hingga muncul pengalaman baru. Pengalaman yang direfleksikan secara sadar akan menjadi pengetahuan yang memperkaya pikiran. Proses refleksi dapat dibawa hingga menyentuh aspek spiritual. Kesadaran yang menyentuh aspek spiritual adalah hidup baru.

Yogyakarta, 13 Juni 2022

Retmono Adi

 

5 Elemen Kunci Menentukan Kehendak Tuhan dan Panggilan Hidup, Praktik Psikologi Transpersonal


Aku temukan tayangan Youtube yang menarik, tentang kunci menentukan Kehendak Tuhan. ini bukan tentang pelajaran agama melainkan lebih kepada pelajaran spiritual, atau peziarahan hidup kita.

Tertulis judulnya  “How to Discern God’s Will (and Your Vocation) w/ Fr. Vincent Yeager”. Aku membaca di kolom komentar tulisan dari Ces Cheung. Ia menulis rangkuman 5 elemen kunci dan memberikan catatan tambahan.  Di sini aku tuliskan ulang berdasarkan pemahamanku bahwa hal ini selaras dengan Psikologi transpersonal serta dapat dikolaborasikan dengan psikodrama.

5 Elemen Kunci Menentukan Kehendak Tuhan dan Panggilan Hidup

1. Apakah itu sesuai dengan Kehendak Tuhan?

Kita pilih untuk mencintainya menurut hukum Tuhan dan bukan hanya mengikuti emosi Anda.

2. Apakah itu mendorong konversi?

Apakah itu akan membuat aku lebih menjalani keutamaan hidup? Karena inilah tujuan dari setiap panggilan manusia

3. Konsistensi

Bagaimana Tuhan telah berbicara dalam hidup Anda sebelum ini. Pengalaman rohani yang pernah terjadi padaku. Apakah ini dalam pola yang sama?

4. Bagaimana konfirmasinya?

Seharusnya konfirmasi ini tidak menjadi langkah yang didahulukan. Tanda-tanda spiritual yang terjadi dalam pengalaman hidup, apakah itu dari Tuhan atau bukan? perlu arahan dari ahlinya untuk obyektifikasi. Peran pembimbing spiritual menjadi sangat penting.

5. Keyakinan hati

Pastikan dalam hati muncul semangat baru, makin mantap menjalani pilihan ini. Arah spiritual menekankan pentingnya rasa (nurani) kita ditetapkan di atasnya.

Selanjutnya Ces Cheung memberikan catatan lainnya yang tidak kalah penting.

  1. Bicaralah dengan orang-orang yang pernah menjalani kehidupan spiritual seperti itu
  2. Perhatikan tanda-tanda Tuhan, pastikan menuju hidup dalam kebaikan
  3. Ketahuilah bahwa panggilan hidup adalah panggilan untuk memikul salib (tugas dan tanggung-jawab) khusus kita
  4. Kenali kebebasan (kehendak bebas) kita dalam menentukan panggilan hidup
  5. Tuhan menempatkan orang-orang dalam hidup kita untuk membimbing kita ke arah yang Dia ingin kita tuju.

Selamat menjalani peziarahan hidup dengan menemukan Kehendak Tuhan yang dapat menuntun kita dalam hidup keutamaan.

Yogyakarta, 8 Juni 2022

Retmono Adi

PUASA DAN MANAJEMEN Oleh Darmin Ahmad Pella


Puasa merupakan solusi bagi berbagai masalah pribadi, organisasi, bisnis, industri, negara, lingkungan dan dunia. Bagaimana cara kerjanya?

Kita berada di bulan Ramadhan. Bulan di mana selama 29-30 hari, seorang muslim menata kembali gaya hidupnya. Selama bulan Ramadhan, seseorang menahan diri. Menahan diri dari makan, minum, hubungan seksual, serta nafsu emosional perusak diri (marah, berkata buruk, dan sejenisnya). Puasa bukanlah gaya-gayaan dunia modern. Puasa telah dilakukan ribuan tahun. Sejak peradaban manusia muncul. Baik karena alasan religius. Atau non religius. Lanjutkan membaca “PUASA DAN MANAJEMEN Oleh Darmin Ahmad Pella”

Surat Kepada Jiwa-Jiwa Merdeka


Kepada Yth

Jiwa jiwa merdeka yang terkurung dalam tubuh fana,

 

Apakah hidup seperti ini yang memang kau inginkan untuk dijalani ?

Mengapa ada marah yang masih menggelora dalam dada?

Adakah salah yang masih kau lihat dari luar dirimu?

atau sebenarnya kemarahan pada kelemahan dirimu sendiri yang takut kau akui?

 

Kau cerita tentang perjuangangan yang telah kau lakukan,

namun kau akui juga bahwa itu tidak ada makna dan karya yang nyata,

apakah betul demikian?

dari kacamata apa kau lihat hal itu ?

 

owh iya kau tidak melihat itu semua.

kau sibuk melihat kesalahan orang lain,

yang menjadikan hampir semua rencanamu tidak berhasil

dan hidup yang seperti ini

yang lalu kau jalani.

 

Sekali lagi, aku bertanya,

Apakah hidup seperti ini yang kau inginkan?

tak tahukah bahwa akan ada waktu

ketakutanmu menjadi tindak kejahatan ?

 

Yogyakarta 23 November 2021

Retmono Adi

9 Pelajaran Utama dari Buku “Write It Down, Make It Happen”


“Write It Down, Make It Happen”

Tulisan ini selaras dengan ide terapi menulis, dan masih dalam ranah psikodrama, maka aku terjemahkan dan aku simpan di sini. Kali aja ada kawan yang berminat membaca dan dapat manfaat juga.

Yuks

  1. Jika kita secara spesifik menuliskan tujuan, kita akan mengaktifkan bagian otak kita yang membantu fokus pada tujuan tersebut. Visualisasi adalah cara untuk memandu otak kita ke tujuan yang kita impikan.
  2. Otak kita tidak pandai membedakan imajinasi dari kenyataan. Itu sebabnya kita selalu bangun sebelum kita jatuh di dalam mimpi. Jika kita menemukan cara menjadikan otak berpikir bahwa mimpi kita adalah kenyataan, itu akan menjadikan otak bekerja untuk mencapainya.
  3. Bagaimana cara terbaik untuk menjadikannya ? Dengan menuliskan tujuan spesifik untuk otak kita dan membiarkannya memprosesnya secara perlahan dan hati-hati. Belum lagi: berulang kali.
  4. Gunakan Sistem Pengaktifan Reticular kita untuk mendapatkan Manfaatnya.Otak kita memiliki fitur yang oleh para ilmuwan disebut “sistem pengaktifan reticular” atau disingkat RAS. Ini semacam filter otak yang membantu pikiran kita fokus pada hal-hal penting dan mengabaikan data yang tidak relevan.
  5. Jika kita menuliskan tujuan dan niat kita – baik dalam jangka pendek maupun panjang – Kita dapat melatih otak untuk menyaring hal-hal yang mungkin tidak mengarah pada pemenuhan harapan dan impian tersebut. Jadi, otak bawah sadar kita akan terus bekerja, bahkan ketika kita tidak mengetahuinya.
  6. Untuk memotivasi diri kita sendiri demi tujuan terbesar kita, capailah dari yang kecil terlebih dahulu dan tambahkan kemurahan hati dengan tujuan sosial.
  7. Menuliskan impian dan cita-cita kita seperti memasang papan bertuliskan, Open for Business.
  8. Menuliskan ketakutan, kita menghilangkan cengkeraman mereka pada kita; menuliskan kebalikan dari ketakutan, kita memberdayakan dan memberi energi pada kita untuk mulai berpikir secara berbeda.
  9. KIta tidak perlu menulis besarannya untuk mengungkapkan tujuan. Kita cukup menulis daftar item yang pendek dan sederhana, sespesifik mungkin, yang dapat memantapkan niat kita.

 

Semoga bermanfaat 🙂

 

Yogyakarta. 4 Maret 2022

Retmono Adi

 

*Terjemahan bebas dari utasan twitter @1deepNote

Tolong bantu kami dengan me-share kepada yang membutuhkan

Bagaimana Penerapan 8 Tahap Perkembangan Psikososial Erik Erikson dalam Psikodrama


Apa yang dimaksud dengan psikososial?

Definisi Psikososial adalah “hubungan dinamis antara aspek psikologi dan sosial, dimana masing-masing saling berinteraksi dan mempengaruhi secara berkelanjutan.”

Apa yang dimaksud dengan perkembangan psikososial?

Perkembangan psikososial adalah perkembangan yang berkaitan dengan emosi, motivasi dan perkembangan pribadi manusia serta perubahan mengenai bagaimana individu berhubungan dengan orang lain. Lanjutkan membaca “Bagaimana Penerapan 8 Tahap Perkembangan Psikososial Erik Erikson dalam Psikodrama”

Autobiografi, Salah Satu Cara Pencarian Diri


Adalah kami Angkatan 91 Psikologi UGM. Beberapa dari kami membuat WAG untuk berlajar menulis. Di group itu aku menawarkan ide langsung membuat buku tentang perjalanan hidup sejak kami bertemu di tahun 1991 hingga 2021. Pengalaman selama 30 tahun yang diharapkan dapat memberikan wawasan kepada adik-adik mahasiswa Psikologi dan adik-adik SMA yang ingin merangkai masa depan. Lanjutkan membaca “Autobiografi, Salah Satu Cara Pencarian Diri”

Naskah Akademik Asosiasi PsikoDrama Indonesia (APDI)


Akhir Juli 2021 lalu, dalam suasana pandemi covid 19, untuk tetap aktif berpikir, aku punya ide untuk membentuk Asosiasi Psikodrama Indonesia (APDI) di bawah payung HImpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Aku kontak kawan kawan yang pernah belajar dan mempraktekkan Psikodrama.

Kawan kawan menanggapi dengan serius, mereka melanjutkan dengan mengajak kawan yang lain yang pernah belajar bersama mereka. Aku segera menghubungi senior yang menjadi pengurus pusat Himpsi. Dari beliau aku dapat informasi mengenai ketentuan pembentukan Asosiasi. yaitu mengirimkan Surat Pengajuan, Naskah Akademik dan Daftar Anggota. Lanjutkan membaca “Naskah Akademik Asosiasi PsikoDrama Indonesia (APDI)”

Contoh Telekonseling dengan Terapi Menulis


Sebelum melaksanakan telekonseling dengan psikolog, tentunya merasa gugup karena pengalaman menjalankan konseling seperti ini dan tentunya tidak pernah terbayang bahwa akan mengalami hal seperti ini. Tetapi di satu sisi juga penasaran dan menantikan sesi telekonseling walaupun tidak tahu pasti apakah akan membantu atau tidak untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dialami.

Selain itu juga tidak disangka bahwa ketika bercerita, perasaan pun mulai meluap dan seakan-akan mengeluarkan segala unek-unek yang terpendam di dalam walaupun mungkin belum termasuk semuanya. Padahal bukan hanya sekali membagikan perasaan dan pikiran tersebut ke orang lain, ada juga ke teman, saudara, atasan, dan bahkan HRD. Tetapi tidak sampai ke tahap di mana air mata dapat dikeluarkan sedemikian banyak. Lanjutkan membaca “Contoh Telekonseling dengan Terapi Menulis”